Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kebakaran Pasar Baru Pandaan, Pemkab Pasuruan Siapkan Relokasi

Puluhan kios dan lapar di Pasar Baru Pandaan dilalap si jago merah, Kamis (28/8/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/GALIH LINTARTIKA
BERI DUKUNGAN : Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko saat mendatangi Pasar Pandaan. 

Poin penting:

  • Kebakaran terjadi pada Kamis malam (28/8/2025) di Pasar Baru Pandaan, menghanguskan 10 kios dan 35 lapak
  • Kepala Pasar Budi Santoso menegaskan area kebakaran belum boleh diakses pedagang
  • Pemerintah daerah menekankan bahwa relokasi harus segera dilakukan

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Puluhan kios dan lapar di Pasar Baru Pandaan dilalap si jago merah, Kamis (28/8/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Api berkobar di area tengah los pedagang ayam, ikan, dan sayur, menghanguskan puluhan kios dan lapak.

Dari pendataan sementara, sebanyak 10 kios dan 35 lapak ludes terbakar, sementara 36 kios dan lapak lainnya ikut terdampak.

Hingga Jumat (29/8/2025) siang, jumlah total pedagang yang terdampak tercatat mencapai 91.

Kepala Pasar Baru Pandaan Budi Santoso mengaku, pihaknya masih terus melakukan pendataan agar kerugian bisa dipastikan secara akurat.

Ia juga menegaskan area kebakaran belum boleh dimasuki pedagang, termasuk untuk mengambil barang dagangan yang tersisa.

“Lokasi masih ditutup karena menunggu penyelidikan kepolisian. Semua pedagang dilarang mengambil barang-barang di dalam,” ujar Budi.

Kebakaran ini menjadi perhatian warga dan pengunjung pasar. Banyak diantara mereka yang berhenti sejenak untuk melihat kondisi lapak dan kios yang hangus terbakar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memastikan akan segera merelokasi pedagang terdampak agar bisa kembali berjualan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, menyampaikan pihaknya telah meninjau lokasi dan memetakan area yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi.

“Beberapa titik di dalam pasar masih memungkinkan untuk dipakai. Relokasi akan segera kita lakukan agar pedagang bisa kembali berjualan,” kata Yudha.

Menurutnya, relokasi mendesak dilakukan karena sebagian besar pedagang menggantungkan hidup hanya dari aktivitas berdagang kebutuhan pokok di pasar tersebut.

“Agar roda perekonomian mereka pulih, relokasi harus cepat. Kami tidak ingin para pedagang terlalu lama terbebani,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved