Gambaran Flyover Taman Pelangi Surabaya, Dibangun Tahun Depan, Anggaran Mencapai Rp355 Miliar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIBANGUN TAHUN DEPAN - Penampakan desain jalan layang (flyover) Taman Pelangi atau Bundaran Dolog Surabaya. Melintas sepanjang 400 meter dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Jemur Andayani, anggaran pembangunan flyover tersebut diperkirakan akan mencapai Rp355 miliar.

Poin Penting : 

  • Pemkot Surabaya merampungkan Desain flyover Taman Pelangi atau Bundaran Dolog Surabaya
  • pembangunan flyover tersebut diperkirakan akan mencapai Rp355 miliar dari APBN
  • Flyover tersebut akan menghubungkan Jalan Ahmad Yani (Jalan Nasional) dengan Jalan Jemur Andayani (Jalan Kota).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya telah merampungkan desain jalan layang (flyover) Taman Pelangi atau Bundaran Dolog Surabaya.

Melintas sepanjang 400 meter dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Jemur Andayani, anggaran pembangunan flyover tersebut diperkirakan akan mencapai Rp355 miliar.

Nantinya, proyek tersebut akan menggunakan dana dari APBN.

"Nanti akan dibangun pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp300-an [miliar]," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (28/8/2025).

Flyover tersebut akan menghubungkan Jalan Ahmad Yani (Jalan Nasional) dengan Jalan Jemur Andayani (Jalan Kota).  

Baca juga: Pembangunan Flyover Taman Pelangi Bakal Mulai, Pemkot Surabaya Ratakan Puluhan Rumah, Eri: Bulan ini

Bertipe ramp lengkung (curved ramp), jalan tersebut akan melintas di atas perlintasan sebidang.

Sebelum nantinya dibangun pemerintah pusat, Pemkot Surabaya memiliki sejumlah kewajiban. Di antaranya, menyiapkan lahan (melakukan ekseskusi pembebasan), membuat desain, hingga menyusun Detail Engineering Design (DED).

DED merupakan dokumen perencanaan teknis berisi gambar, spesifikasi teknis, perhitungan, serta rencana kerja. Ini akan menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan.

"Desain sudah selesai. Untuk DED masih progress sekitar 78 persen," kata Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (28/8/2025).

Desain jalan telah selesai dikerjakan. Mempertahankan bentuk Taman Pelangi, saluran sungai Taman Pelangi, dan rel kereta api, jalan baru akan dibangun di atas ketiga infrastruktur tersebut.

Terdiri dari empat lajur, jalan layang akan digunakan pengendara dari arah selatan/pusat Surabaya menuju Jemur Andayani.

Baca juga: Jalan Dipenuhi Tetesan Tebu, Sejumlah Pemotor Jatuh Imbas Truk Terguling di Flyover Kotalama Malang

Begitu pula sebaliknya, pegendara dari Jalan Jemur Andayani yang akan ke tengah kota maupun luar kota, juga dapat melintas di flyover tersebut.

Desain flyover ini juga menunjukkan putar-balik (u-turn) di Jalan Ahmad Yani juga masih dipertahankan. Bedanya, u-turn menuju dalam kota dipasang sebelum flyover.

"Desain ini mengantispasi kemacetan di titik ini yang biasanya disebabkan traffic light dan perlintasan sebidang," kata Adi.

Tidak sendiri, Pemkot Surabaya turut berkoordinasi dengan Kementerian terkait.

Baca juga: Digitalisasi dan Optimalisasi Aset Daerah Jadi Kunci Pemkot Surabaya Genjot PAD

Di antaranya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jawa Bagian Timur (BTP Jatim). Mengingat selain melintas di jalan nasional, flyover tersebut juga melintas di atas rel kereta.

"Informasinya, rel kereta api ini kan juga untuk jalur SRRL (Surabaya Regional Railway Line — Kereta Rel Listrik (KRL) regional) dan akan double track. Sehingga, kami juga koordinasi dengan BTP Jatim," kata Adi.

Ditargetkan tuntas September, Adi menegaskan tak ada kendala sejauh ini. "Paling lama adalah hal desain. Kami butuh waktu sekitar 2 bulan. Kalau desain sudah disepakati, maka tinggal detailing," turut Adi.

Setelah desain disepakati antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maka selanjutnya pemerintah kota akan menyerahkan kepada pemerintah pusat. Diharapkan, pembangunan dapat dilakukan tahun depan.

"Setelah tahap perencanaan selesai, maka untuk pembangunan akan menjadi ranah Pemerintah pusat. Berdasarkan desain yang disepakati, anggarannya sekitar Rp355 miliar," tandas Adi.

Besarnya anggaran ini relatif sama dengan anggaran pusat untuk pembangunan Flyover Juanda di Sidoarjo yang lokasinya sekitar 5 kilometer sebelah selatan Taman Pelangi. Flyover di atas bundaran Aloha yang diresmikan 2024 lalu tersebut menghabiskan anggaran Rp363 miliar secara Multiyears Contract (MYC) 2022-2024 dan dikerjakan selama 22 bulan (April 2022 dan berakhir Desember 2024).

Perencanaan tersebut berjalan simultan dengan pembebasan lahan. Proses eksekusi bangunan rumah di kawasan Bundaran Taman Pelangi/Dolog Surabaya pun mulai dilaksanakan.

Pantauan di lokasi, Kamis (28/8/2025), proses eksekusi belasan rumah dimulai dari sisi timur terus dilakukan. Sebuah alat berat excavator (beko) digunakan untuk meratakan rumah warga yang telah tuntas mendapatkan ganti rugi.

Dari total 22 rumah di 29 persil tersebut, sekitar belasan rumah telah mendapat ganti rugi. Sisanya, masih ada sekitar 10 pemilik yang kini tengah berpose di pengadilan karena adanya objek gugatan sengketa oleh beberapa pihak.

Total, Pemkot Surabaya telah menganggarkan sekitar Rp80 miliar untuk membebaskan lahan tersebut. Dari angka ini, sebanyak Rp57 miliar akan disalurkan melalui pengadilan dengan jalur konsinyasi.

Berita Terkini