"Guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga membentuk karakter. Kalau kesejahteraannya diabaikan, bagaimana bisa maksimal dalam mendidik?" katanya.
Para guru honorer ini berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Jombang, tidak menutup mata terhadap ketimpangan tersebut. Mereka menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kualitasnya sangat bergantung pada kesejahteraan para pendidik.
Di tengah jargon peningkatan mutu pendidikan, para pendidik justru masih bertahan dengan idealisme, meski realitas ekonomi memaksa mereka mencari jalan lain demi menyambung hidup.
"Kontrasnya antara gemerlap tunjangan DPRD dan getirnya penghasilan guru honorer jadi potret nyata ketidakadilan sosial di daerah. Semoga ada keadilan yang utuh," pungkasnya.