"Keluhan muntah dan pusing diduga keracunan setelah makan menu bakso, jagung, dan mi. Saat ini sudah dilakukan penanganan dengan pemberian cairan, antibiotik, dan obat-obatan lainnya. Semua SDM sudah kami kerahkan, standby di IGD," tuturnya.
Di sisi lain, menu MBG di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial Instagram.
Dalam unggahan foto yang viral beredar tersebut menampilkan porsi MBG yang dinilai tidak layak.
Yakni tanpa nasi dan hanya berisi lauk pauk yang minim.
Sontak foto tersebut menuai sorotan tajam dari netizen.
Baca juga: Korban Gempa Keluhkan Dana Bantuan dari BNPB Tak Kunjung Cair, 3 Bulan Tidur di Puing Rumahnya
Dalam unggahan di akun @insta_kendal, tiga hari lalu tersebut, terlihat menu MBG hanya seadanya.
Terdiri dari mi instan, dua iris wortel, sepotong kecil telur dadar, empat buah kelengkeng, dan susu kemasan.
Namun, unggahan tersebut tidak menyebutkan lokasi sekolah di Kabupaten Kendal yang menerima menu MBG tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengaku belum menerima laporan resmi dari sekolah maupun orang tua murid.
Ia mengatakan, pihaknya belum bisa bertindak lebih jauh karena satuan tugas (satgas) pengawas program MBG tersebut belum terbentuk.
"Tapi Bupati sudah menginstruksikan supaya dibuat satgas MBG. Tugasnya untuk memantau pelaksanaan MBG tersebut," kata Feri saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (25/8/2025).
Senada dengan Kepala Disdikbud, Ketua Komisi D DPRD Kendal, Dedi Ashari Setyawan, juga belum menerima aduan resmi.
Meski demikian, ia menyayangkan jika menu MBG tersebut benar-benar diberikan kepada siswa.
"Saya juga menyayangkan jika ada menu MBG yang cukup memprihatinkan tersebut," ujarnya.
Dedi menegaskan, menu MBG seperti yang viral di Instagram tersebut jelas tidak sesuai standar.