Sampah Membludak Selama Libur Lebaran, DLH Kota Batu Terapkan Skema ‘247’ Tanpa Libur
Produksi sampah di Kota Batu dipastikan melonjak saat momen libur Lebaran seperti saat ini.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Produksi sampah di Kota Batu meningkat hingga lebih dari 50 ton per hari selama libur Lebaran akibat lonjakan wisatawan.
- Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu menerapkan skema kerja “247” (24 jam, 7 hari) untuk mengantisipasi penumpukan sampah.
- Sebanyak 195 personel dan puluhan armada disiagakan untuk menyisir 21 ruas jalan serta mengoptimalkan pengolahan di TPST Tlekung.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Produksi sampah di Kota Batu dipastikan melonjak saat momen libur Lebaran seperti saat ini.
Pasalnya setiap harinya Kota Batu didatangi ribuan wisatawan baik dari dalam Malang Raya maupun luar kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan ada lebih dari 50 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya saat momen libur Lebaran seperti saat ini.
Agar sampah-sampah tersebut dapat terkelola dengan baik dan tak menjadi timbunan sampah yang meresahkan masyarakat, DLH menerapkan skema ‘247’.
“Skema ini merupakan kerja ektra, yakni dengan beroperasi 24 jam penuh selama 7 hari tanpa libur,” kata Dian Fachroni, Kamis (26/3/2026).
Dian menjelaskan, aktivitas kerja ekstra yang diterapkan ini menyusul adanya instruksi khusus dari Wali Kota Batu yang memperbolehkan opsi lembur bagi personel lapangan di tengah situasi darurat insidentil.
Baca juga: Satu Keluarga Asal Surabaya Jadi Korban Kecelakaan Maut di Batu saat Mudik, Ayah Meninggal Dunia
“Jadi atas kebijakan Kepala Daerah khusus untuk penanganan sampah diberikan diskresi untuk mengaktifkan opsi lembur. Kami menerapkan sistem shifting non stop, termasuk saat pelaksanaan Salat Idul fitri lalu,” jelasnya.
Lanjut Dian, untuk menangani sampah ini total ada sebanyak 115 personel penyapu jalan serta 80 personel armada dan pengolahan disiagakan penuh untuk menyisir 21 ruas jalan protokol, dengan fokus utama pengolahan di TPST Tlekung dengan skema tiga shift kerja berdurasi 6 jam.
“Kami upayakan sampah-sampah selesai diolah dalam satu hari. Menggunakan big composter untuk mengolah 8 ton sampah organik dan tiga unit insinerator di Tlekung serta dua unit di Kelurahan Dadaprejo dan Sisir,” ujarnya.
Tak berhenti disitu, menurut Dian DLH juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat Sapu Jagat Sampah untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di berbagai sudut kotax
Tak berhenti disitu, DLH juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat Sapu Jagat Sampah untuk membersihkan sampah-sampah yang dihasilkan wisatawan di pusat kota maupun sudut kota Batu.
Hal itu juga ditunjang dengan sembilan unit dump truck untuk mengangkut sampah-sampah untuk dibawa ke titik pengolahan
Baca juga: Jatim Park hingga Selecta Ramai Saat Lebaran, Polisi Pastikan Situasi Aman
| Jatim Park hingga Selecta Ramai Saat Lebaran, Polisi Pastikan Situasi Aman |
|
|---|
| Momen Unik Apel Perdana Pemkab Ponorogo, Plt Bupati Lisdyarita Mengabsen Kepala OPD hingga Camat |
|
|---|
| Hari Pertama Masuk seusai Libur Lebaran, Banyak ASN Pemkab Ponorogo Terlambat Ikuti Apel |
|
|---|
| Jumlah Kendaraan yang Masuk Kota Batu saat Libur Lebaran 2006 Menurun, Wisatawan Malah Meningkat |
|
|---|
| Alasan Puluhan Ban Mobil Pengunjung Monas Dikempesi, Niat Libur Lebaran Malah Sial Tak Bisa Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Foto-Ilustrasi-Petugas-mengolah-sampah-yang-dihasilkan-setiap-harinya.jpg)