Setelah Ditutup Setengah Tahun, Pendakian di Gunung Arjuno-Welirang Kini Sudah Dibuka Lagi
Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali dibuka mulai Kamis (7/5/2026).
Ringkasan Berita:
- Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang resmi dibuka kembali mulai Kamis (7/5/2026) setelah sempat ditutup selama enam bulan akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem hutan Tahura Raden Soerjo.
- Pembukaan dilakukan setelah evaluasi menunjukkan jalur pendakian aman, meski tetap bersifat situasional tergantung kondisi cuaca dan lapangan. Selama penutupan, petugas melakukan pemantauan jalur, titik rawan longsor, dan fasilitas pendakian.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali dibuka mulai Kamis (7/5/2026).
Sebelumnya aktivitas mendaki gunung yang dapat diakses lewat Kota Batu itu ditutup sejak enam bulan lalu karena pemulihan ekosistem kawasan hutan Tahura Raden Soerjo dan cuaca ekstrem.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini mengatakan keputusan kembali dibukanya aktivitas pendakian usai melihat hasil evaluasi dilapangan yang memperlihatkan kondisi jalur pendakian aman untuk dilewati.
“Namun pembukaan ini tetap bersifat situasional dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan,” kata Agustiningtyas Marini, Kamis (7/5/2026).
Marini menjelaskan, selama tidak ada pendakian pihak Tahura bersama relawan dan petugas melakukan pemantauan intensif terhadap jalur pendakian, termasuk pengecekan titik rawan longsor, pohon tumbang, hingga kondisi shelter dan sumber air di sepanjang jalur.
“Penutupan kemarin bukan hanya karena cuaca ekstrem, tapi juga untuk memberi waktu pemulihan bagi ekosistem kawasan konservasi,” jelasnya.
Baca juga: Gunung Semeru Kembali Dibuka untuk Pendakian Usai Erupsi, Kuota Hanya 200 Orang
Sebelumnya aktivitas pendakian seluruh jalur di Gunung Arjuno-Welirang ditutup sejak 16 November 2025 lalu. Penyebabnya karena intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan kabut tebal terutama di jalur Tretes, Lawang, Purwosari, dan Kota Batu.
“Bagi yang akan mendaki diwajibkan melakukan registrasi secara daring melalui sistem resmi SPENERANG Tahura Raden Soerjo. Para pendaki harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti identitas diri, surat keterangan sehat, serta mematuhi standar operasional pendakian yang telah ditetapkan,” terangnya.
Pihak Tahura mewanti-wanti bagi para pendaki untuk wajib mematuhi aturan yang berlaku. Khususnya untuk menjaga keselamatan diri dan juga membuang sampah.
“Kami meminta seluruh pendaki menjaga kebersihan, tidak membuat api unggun sembarangan, dan tetap mematuhi kuota pendakian. Keselamatan dan kelestarian alam menjadi prioritas utama. Termasuk soal kondisi cuaca pegunungan yang dapat berubah sewaktu waktu meski jalur pendakian telah dinyatakan dibuka,” ujarnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Warga Tertipu Investasi Jual Beli Sapi usai Setor Rp255 Juta, Pelaku Menghilang saat Ditagih Janji |
|
|---|
| Mahasiswa Kehilangan Motor Saat Nongkrong di Warkop Ngagel Surabaya, Aksi Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Lawan Tren Minuman Boba, Puluhan Siswa SMP di Madiun Belajar Meracik Jamu Tradisional di D’Jamoe |
|
|---|
| Jelang Arema FC Vs PSM Makassar, Pelatih Marcos Santos Dibayangi Tuntutan Kemenangan |
|
|---|
| Sejumlah Pasar Tradisional di Sidoarjo Rusak dan Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Panorama-Gunung-Arjuno-dilihat-dari-Kota-Batu-Senin-2182023.jpg)