Berita Bola
Hadapi Arema FC, Persik Kediri Bakal Gunakan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik
Persik Kediri dipastikan tidak akan bermain di Stadion Brawijaya Kediri saat menjamu Arema FC dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Persik Kediri tidak bermain di kandang saat melawan Arema FC pada pekan ke-31 Super League 2025/2026; laga dipindah ke Stadion Gelora Joko Samudro.
- Pemindahan venue dilakukan karena berbagai kendala stadion alternatif; Gresik dipilih setelah dipastikan bisa menyediakan fasilitas VAR dan mendapat dukungan pemerintah serta kepolisian.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Persik Kediri dipastikan tidak akan bermain di Stadion Brawijaya Kediri saat menjamu Arema FC dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Laga pekan ke-31 tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, sebagaimana tertuang dalam Circular #52 yang dipublikasikan pada Rabu (29/4/2026).
Dalam surat edaran itu dijelaskan, pertandingan antara Persik Kediri melawan Arema FC tetap digelar sesuai jadwal, yakni Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Namun lokasi pertandingan berubah dari Stadion Brawijaya, Kota Kediri, menjadi stadion di Gresik.
Circular tersebut ditandatangani oleh Deputy Director of Competition & Commercial ILeague, Takeyuki Oya. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa perubahan venue dilakukan sebagai bentuk penyesuaian lokasi pertandingan.
Baca juga: Persik Kediri Siapkan Strategi Khusus Hadapi Borneo FC di Stadion Brawijaya
Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyiapkan sejumlah alternatif stadion sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan ke Gresik.
Ia menyebut proses penentuan venue tidak berjalan sederhana.
"Sebelumnya kami memiliki beberapa opsi stadion seperti di Surajaya Lamongan dan Manahan Solo. Namun ada beberapa kendala, termasuk salah satu stadion yang digunakan untuk event lain di waktu yang bersamaan," kata Tri Widodo, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, Stadion Gelora Joko Samudro sempat tidak masuk dalam prioritas karena belum memiliki fasilitas Video Assistant Referee (VAR). Padahal, penggunaan VAR menjadi salah satu syarat utama dalam pertandingan kompetisi musim ini.
"Gresik awalnya terkendala tidak adanya VAR. Namun setelah kita melakukan sejumlah komunikasi, dan ternyata pihak Liga sanggup untuk menyediakan VAR saat pertandingan melawan Arema," jelas Tri Widodo.
Lebih lanjut, Tri Widodo menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik dan aparat kepolisian setempat menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut. Saat ini, pihak panitia tinggal menyelesaikan administrasi penggunaan stadion.
"Dukungan dari pemerintah daerah dan kepolisian di Gresik sangat membantu. Sekarang kami tinggal melengkapi administrasi agar semuanya berjalan lancar," tambahnya.
Di sisi lain, perpindahan venue ini turut menuai beragam respons dari suporter Persik Kediri, Persikmania. Sebagian menyayangkan karena tim kebanggaan mereka tidak bisa bermain di Stadion Brawijaya.
Salah satu Persikmania, Dimas (27), mengaku tetap akan memberikan dukungan meski pertandingan digelar di luar kota.
"Memang agak berat karena harus ke Gresik, tapi kami tetap memberikan dukungan untuk Persik. Yang penting tim bisa tampil maksimal dan meraih kemenangan," ujarnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlnews TribunJatim.com
| Pelatih Persik Sebut Sosok yang Jadi Biang Kerok Kekalahan Timnya dari Borneo FC |
|
|---|
| Seusai Kalah Besar dari Persebaya di Derbi Jatim, Arema FC Langsung Evaluasi Besar-besaran |
|
|---|
| Hasil Sementara Arema FC vs Persebaya, Singo Edan dan Bajol Ijo Masih Sama Kuat |
|
|---|
| Tak Berdampak ke Posisi Klasemen, Persela Incar Kemenangan di Laga Pamungkas Hadapi Kendal Tornado |
|
|---|
| Minta Tim Tidak Panik, Pelatih Madura United Yakin Bisa Bawa Timnya Keluar dari Degradasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PERSIK-VS-AREMA-Ketua-Panitia-Pelaksana-Persik-Kediri-Tri-Widodo-Ia.jpg)