Waspada Gelombang Tinggi, KSOP Panarukan Tunda Pelayaran Kapal dan Larang Nelayan Melaut
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, mengeluarkan surat edaran agar menunda aktivitas penyeberangan kapal
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
Poin Penting:
- Peringatan Cuaca Buruk: Kepala KSOP Panarukan, Herlan Apriliyanto, menyatakan bahwa imbauan ini dikeluarkan berdasarkan potensi gelombang laut tinggi di perairan Panarukan.
- Periode Berlaku: Penundaan pelayaran berlaku selama empat hari, mulai dari 2 hingga 5 September 2025.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, mengeluarkan surat edaran agar menunda aktivitas penyeberangan kapal dari Situbondo.
Tak hanya kapal, namun para nelayan juga diminta untuk tidak melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kepala KSOP Panarukan, Herlan Apriliyanto mengatakan, pihaknya mengeluarkan himbau ini menyusul adanya peringatan cuaca buruk di perairan Panarukan dan sekitarnya wilayah Kabupaten Situbondo yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya terkait potensi tingginya gelombang laut.
"Himbaun ini berlaku selama empat hari, terhitung sejak tertanggal 02 hingga 05 September 2025", Selasa (02/09/2025.
Menurutnya, himbauan ini berlaku untuk seluruh pelabuhan yang tersebar diwilayah Situbondo, di antaranya pelabuhan Panarukan, Kalbut, Jangkar dan sekitarnya.
"Kami menghimbau kepada pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk waspada, karena Kondisi ini berpotensi membahayakan khususnya bagi kapal layar, lokal dan tradisional," katanya.
Herlan menjelaskan, ada beberapa himbauan pemberangkatan kapal, apabila cuaca tidak aman dan selalu memantau informasi cuaca harian melalui portal resmi BMKG.
"Kami juga selalu mengapdate kondisi cuaca itu melalui Inawis dan MCC yang ada di KSOP Panarukan," ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, pihakny akan selalu memastikan kondisi keselamatan penumpang dan muatan untiuk faktor keamanan.
Baca juga: Alasan Siswa Situbondo Demo Kepsek Syaiful Tebang Pohon Padahal Status Sekolahnya Adiwiyata
"Jadi sesuai fungsi kami keselamatan selama pelayaran, menghimbau kepada masyarakat nelayan dan pengguna jasa pelayaran, nahkoda untuk selalu mempertimbangkan dengan kondisi cuaca saat ini," harapnya.
Herlan menekankan pentingnya memantau kondisi pelayaran dua jam sebelum pemberangkatan pelayaran dan maupun saat perahu sedang berlayar.
"Ini demi menjaga keselamatan keamanan, baik itu kapall dan penumpang," tukasnya.
Dengan adanya peningkatan cuara buruk dan gelombang tinggi, Herlan, agar para nelayan untuk berhati hati saat melaut, berlayar dengan mengutaman keselamatan.
"Jangan memaksakan kalau cuaca kurang baik," pungkasnya.
| Korban Asusila di Kediri Didampingi Secara Psikologis, Pemkab Fokus Pulihkan Trauma Anak |
|
|---|
| Soal Polemik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Pemda Wacanakan Zonasi Kuliner Non Halal, Pemilik Heran |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Mandangin Sampang Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas seusai Dua Hari Pencarian |
|
|---|
| Siswa Antusias Kunjungi Pameran Arsip Ponorogo, Ada Jejak Batoro Katong hingga Era Jokowi |
|
|---|
| Pelanggan Warung Bakso Syok Ditagih Biaya AC Rp 3 Ribu Per Orang, Disbudporapar Bertindak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-KSOP-Panarukan-Herlan-Apriliyato.jpg)