BMKG: Puting Beliung di Bandara Juanda Bersifat Lokal dan Singkat

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan BMKG, puting beliung bersifat lokal

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
BERI KETERANGAN - Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, memberikan keterangan terkait fenomena puting beliung yang terjadi di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (8/1/2026). BMKG memastikan puting beliung bersifat lokal, berlangsung singkat kurang dari 10 menit, dan tidak berkaitan dengan siklon tropis.  
Ringkasan Berita:
  • Puting beliung di Bandara Juanda berlangsung singkat, kurang dari 10 menit, dengan angin 48 knot.
  • Fenomena ini murni akibat awan Cumulonimbus, tidak terkait siklon tropis.
  • BMKG imbau masyarakat tetap waspada karena puncak musim hujan masih berlangsung hingga bulan depan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Fenomena puting beliung yang terjadi di kawasan Bandara Internasional Juanda, Kamis (8/1/2026) sore, berlangsung sangat singkat dan bersifat lokal.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan BMKG, puting beliung teramati terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah bandara.

Karakteristik Puting Beliung

“Dari hasil pemantauan kami, memang teramati terjadi puting beliung di kawasan bandara sekitar pukul 14.00 WIB. Pergerakannya ke arah timur dan waktunya sangat singkat, kurang dari 10 menit. Untuk kecepatan anginnya tadi mencapai 48 knot,” ujar Taufiq.

Baca juga: Bandara Juanda Tetap Normal Meski Pohon Tumbang Akibat Puting Beliung

Ia menjelaskan, puting beliung tersebut mulai terbentuk di atas area bandara, kemudian bergerak ke arah timur dan melemah hingga akhirnya punah di sekitar perairan Sedati, tepatnya di bagian timur area Bandara Juanda.

BMKG menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan siklon tropis maupun fenomena cuaca skala besar lainnya.

Penyebab

“Ini murni pembentukan puting beliung akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang berada tepat di atas wilayah bandara. Jadi sifatnya sangat lokal dan area terdampaknya terbatas di sekitar bandara saja,” jelasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Bandara Juanda, Pohon Tumbang Timpa Kendaraan di Area Parkir, Nihil Korban

Keamanan Penerbangan

Terkait keamanan penerbangan, Taufiq memastikan bahwa pihak bandara bersama seluruh stakeholder telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Untuk keamanan penerbangan, SOP sudah berjalan dengan baik. Setiap ada kondisi cuaca buruk, mitigasi sudah dilakukan sehingga risiko dapat dikendalikan,” katanya.

Lebih lanjut, BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat puncak musim penghujan masih berlangsung hingga bulan depan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi terjadi pembentukan awan Cumulonimbus, termasuk daerah dataran tinggi dan kawasan dengan ruang terbuka hijau yang minim,” pungkas Taufiq.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved