Gunung Semeru Erupsi
Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Dilarang Beraktivitas Radius 5 Km
Gunung Semeru dalam waktu berdekatan kerap mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur cukup jauh dari kawah puncak gunung.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Gunung Semeru tercatat mengeluarkan awan panas empat kali dengan jarak luncur 4–5 km dari kawah sejak 9–15 Januari 2026, belum mencapai zona permukiman.
- Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan letusan rutin Semeru adalah proses pelepasan energi yang normal dan aman
- Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi PVMBG: tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah dan di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga 13 km
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru dalam waktu berdekatan kerap mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur cukup jauh dari kawah puncak gunung.
Pos Pantau Gunungapi Semeru mencatat gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa tersebut sudah 4 kali mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur 4 hingga 5 kilometer sejak Jumat (9/1/2026) hingga Kamis (15/1/2025).
Kendati tak sampai ke zona permukiman, aktivitas Gunung Semeru yang kerap fluktuatif akhir-akhir ini dirasa perlu mendapat perhatian akan kewaspadaan bencana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho menjelaskan jika Gunung Semeru memiliki karakter yang harus sering mengeluarkan material vulkanik.
Menurut literasi yang dipahami Isnugroho, karakter Gunung Semeru yang sering mengalami letusan secara rutin justru menjadi tanda pelepasan energi.
“Jika Semeru sama sekali tidak meletus, justru itu yang berbahaya. Letusan ini layaknya seperti proses pernapasan gunung,” beber Isnugroho ketika dikonformasi, Kamis (15/1/2025).
Baca juga: Anggota DPRD Bantah Soal Penyalahgunaan Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru, Mengaku Sibuk
Perihal mitigasi bencana, BPBD Lumajang mengikuti rekomendasi PVMBG melalui Pos Gunungapi Semeru di Gunung Sawur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Masyarakat diminta mengindahkan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah, serta tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer, termasuk sempadan sungai sejauh 500 meter.
“Yang terjadi di lapangan kami tentu memahami masih ada aktivitas penambangan di daerah aliran sungai. Namun kami terus mengingatkan agar mereka waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri ketika ada peringatan,” paparnya.
Terakhir, Isnugroho juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin. Terlebih mengingat material vulkanik hasil beberapa kali awan panas guguran telah menumpuk di wilayah hulu aliran lahar lereng Gunung Semeru.
“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sangat berpotensi terjadi longsoran lahar dingin, terutama di Besuk Kobokan, Gladak Perak, Sumber Langsep hingga Gondoruso,” imbaunya.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer, BPBD Lumajang: Permukiman Masih Aman
Gunung Semeru erupsi
jatim.tribunnews.com
berita Lumajang terkini
awan panas
BPBD Lumajang
Multiangle
| Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Personel BPBD Bersiaga di Sekitar Lereng |
|
|---|
| Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer, BPBD Lumajang: Permukiman Masih Aman |
|
|---|
| Gunung Semeru Erupsi Lagi, Jarak Luncur Awan Panas Guguran hingga 5 Kilometer |
|
|---|
| Anak-anak Terdampak Erupsi Semeru Lumajang Belajar di Tenda Darurat, Siswa Basah Kuyup Saat Hujan |
|
|---|
| Bupati Lumajang Ingatkan Normalisasi, Sebut Dampak Erupsi Semeru Bisa Terjang Zona Hijau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Erupsi-kembali-terjadi-terekam-melalui-kamera-CCTV-Pos-Pantau-Gunung-Semeru.jpg)