CFD Kembali Dibuka, Sampah dari Alun-alun Sidoarjo Tembus 4,7 Ton Sehari

Sampah yang dihasilkan dari Alun-alun Sidoarjo mencapai sekira 4,7 ton dalam sehari.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Arie Noer Rachmawati
Istimewa
CFD SIDOARJO - Suasana Alun-alun Sidoarjo dengan ribuan warga di hari pertama dibukanya kembali Car Free Day (CFD), Minggu (1/2/2026) kemarin. Dampaknya, ada 4,7 ton sampah dalam sehari yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Sampah yang dihasilkan dari Alun-alun Sidoarjo mencapai sekira 4,7 ton dalam sehari.
  • Dari total sampah tersebut, didominasi oleh plastik sekali pakai.
  • Menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, banyak pengunjung yang meninggalkan sampah begitu saja di kursi taman atau di bawah pohon.

 

TRIBUNJATIM.COM - Sampah yang dihasilkan dari Alun-alun Sidoarjo mencapai sekira 4,7 ton dalam sehari.

Khususnya saat hari pertama dibukanya kembali Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun Sidoarjo pada Minggu (1/2/2026) kemarin.

Banyaknya tumpukan sampah itu seperti jadi efek kurang bagus akibat tingginya antusiasme luar biasa warga Sidoarjo menyambut CFD di Alun-alun Sidoarjo yang kembali dibuka setelah vakum panjang sejak 2019.

Warga tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga penasaran ingin berswafoto di Monumen Jayandaru dan area taman yang kini lebih estetik dan tertata.

Ratusan PKL juga berjejer di sana.

Banyaknya orang yang berkumpul itu ternyata berdampak pada banyaknya tumpukan sampah.

Botol minuman plastik, bungkus makanan ringan, hingga sisa bungkus kuliner PKL terlihat berserakan di trotoar dan area rumput, meski tempat sampah telah disediakan.

Baca juga: Ibu-ibu Adu Jotos saat Peresmian Wajah Baru Alun-alun Sidoarjo, Rebutan Lahan untuk Permainan Kuda

Volume Sampah Melonjak di Hari Perdana CFD

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo harus bekerja ekstra keras. 

Sejumlah petugas dikerahkan, bahkan truk-truk juga dikerahkan untuk mengangkut sampah dari sana menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan.

Volume sampah pada hari perdana tersebut melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasa.

“Total sampah dari CFD perdana saat pembukaan Alun-alun Sidoarjo mencapai 4,7 ton. Didominasi oleh plastik sekali pakai,” ungkap Hajid, Selasa (3/2/2026).

Angka ini sangat jomplang jika dibandingkan dengan beban sampah harian.

Menurut Hajid, volume tersebut mencapai tiga kali lipat dari biasanya.

Jika pada Minggu biasa sampah hanya berkisar sepertiganya, kali ini lonjakan massa benar-benar meninggalkan jejak polusi yang signifikan.

Pada hari pertama dibukanya kembali CFD kemarin, kepadatan yang terasa di seputaran alun-alun.

Bahkan, jalan-jalan di sekitarnya juga mengalami sejumlah kemacetan. Dampak dari kegiatan itu.

Sayangnya, tingginya animo ini belum dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan.

Baca juga: 2 Tahun Dikira Pengepul Rongsokan, Gudang di Sidoarjo Ternyata Sarang Penadah Kendaraan Curian

Pengunjung Buang Sampah Sembarangan: Kursi Taman hingga Bawah Pohon

Banyak pengunjung yang meninggalkan sampah begitu saja di kursi taman atau di bawah pohon.

“CFD seharusnya menjadi momentum edukasi lingkungan, bukan sekadar relokasi pasar atau tempat kerumunan. CFD adalah gerakan global yang lahir dari kesadaran lingkungan. Karena itu, masyarakat dan pelaku UMKM harus bertanggung jawab. Kami imbau pengunjung membawa tumbler sendiri dan UMKM wajib mengelola sampah dagangannya,” ujarnya.

Jika pola perilaku masyarakat tidak berubah, wajah baru Alun-alun Sidoarjo yang cantik terancam cepat kumuh.

CFD diharapkan menjadi ruang publik yang sehat secara fisik, sekaligus sehat secara ekosistem.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved