Pertahankan Gelar Dunia, Ijen Geopark Setor Dokumen Revalidasi ke Bappenas: Bertahap

Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) telah menyetor dokumen revalidasi Ijen Unesco Global Geopark (UGG) pada Bappenas.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Sinca Ari Pangistu
BLACK LAVA - Dua orang pengunjung saat berfoto di Black Lava, salah satu situs Ijen Geopark yang terletak di Kecamatan Ijen, Bondowoso. Kini, Pemkab Bondowoso dan Banyuwangi tengah mempersiapkan revalidasi Ijen Geopark yang rencananya akan dilaksanakan pada Juni-Agustus 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Status Dokumen: Sudah disetorkan ke Bappenas per 31 Januari 2026.
  • Jadwal Revalidasi: Asesor UNESCO dijadwalkan datang Juni – Agustus 2026.
  • Penyusun: Kolaborasi sinergis antara Pemkab Bondowoso dan Pemkab Banyuwangi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) telah menyetor dokumen revalidasi Ijen Unesco Global Geopark (UGG) pada Bappenas.

Penyerahan ini menandai persiapan PHIG kian matang untuk pelaksanakan revalidasi pada sekitar bulan Juni-Agustus 2026.

Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas mengatakan, dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah diserahkan kepada Bapenas, kemarin (31/1/2026) lalu.

Baca juga: Belasan Rumah di Poncogati Bondowoso Rusak Diterjang Angin Kencang

Sinergi Dua Kabupaten: Koreksi dan Finalisasi Dokumen

Proses pengerjaan dokumen itu dikerjaan oleh dua kabupaten. Yaitu Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Karena itu, memerlukan waktu untuk koordinasi yang lebih panjang.

“Kami sudah memasukkan sejak dua pekan lalu, cuma ada beberapa hal yang harus direvisi,” jelasnya.

Ia menegeskan sejumlah rekomendasi dari asesor secara bertahap telah diselesaikan oleh Bondowoso dan Banyuwangi. Ini disebutnya penting, karena jika tidak maka status tersebut dapat terancam musnah.

Lima rekomendasi yang diberikan oleh asesor di antaranya yakni pembemberdayaan masyarakat sekitar situs, larangan penjualan belerang, perlindungan kawasan, penghubung antar situs, serta penambahan deliniasi.

Tantri menegaskan selama dua tahun terakhir mereka fokus pada dunia pendidikan. Tanpa mengubah kurikulum pendidikan, hanya mengintegrasikan Geopark dalam materi pembelajaran.

Bahkan, sudab sekitar 500 lembaga yang diedukasi tentang Ijen Geopark. 

Baca juga: Wahana Navara Waterpark Bondowoso Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting Listrik

"Sudah ada kurang lebih 500 lembaga yang kami edukasi tentang Ijen Geopark,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono mengatakan, ada 16 organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu. Mereka diminta untuk terlibat dalam proses revalidasi, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Kami optimis, bisa melewati kritis efisiensi anggaran ini. Berikut ujian ujian untuk revalidasi,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved