Breaking News

Berita Probolinggo

Jembatan Penghubung 4 Desa di Probolinggo Nyaris Ambruk, Warga Harus Berputar Cari Jalan Lain

Akibat banjir yang sering terjadi membuat salah satu jembatan di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur nyaris ambruk.

Tayang:
Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Ahsan Faradisi
NYARIS : Kondisi jembatan di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo yang nyaris ambruk sejak Kamis (5/2/2026). Kini warga dan pemerintah setempat menutup total jembatan tersebut agar tak dilintasi kendaraan. 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Probolinggo nyaris ambruk akibat banjir berulang, mengalami retakan parah dan penurunan struktur, sehingga ditutup sementara sejak 5 Februari 2026 demi keselamatan warga.
  • Pemerintah desa memasang pembatas bambu dan rambu peringatan, melarang kendaraan roda dua dan empat melintas, dan kini jembatan hanya bisa dilewati pejalan kaki karena kondisi semakin memburuk.

 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahsan Faradisi

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Akibat banjir yang sering terjadi membuat salah satu jembatan di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur nyaris ambruk.

Jembatan itu berada Desa Sumberkatimoho sudah diketahui sejak 4 hari lalu atau sejak hari Kamis (5/2/2026). Sehingga masyarakat dan pemerintah desa setempat, menutup jembatan sementara agar tidak dilintasi.

Kondisi jembatan dengan panjang 32 meter tersebut mengalami retakan parah di setiap bagian ujung dan penurunan struktur di bagian tengah.

Oleh karena itu, dengan kondisi jembatan yang sangat mengkhawatirkan itu, di tengah jembatan dipasang bambu agar tidak dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua dengan rambu pemberitahuan di ujung.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberkatimoho, Musidin mengatakan, setelah menerima informasi dari masyarakat, pihaknya langsung mengambil keputusan menutup jembatan agar tidak dilintasi.

Baca juga: Dampak Banjir Susulan di Desa Wonoboyo Bondowoso, 4 DAM Hancur, Jalan Aspal dan Jembatan Ambruk

"Sekarang dipasang bambu sebagai penyanggah saja. Jadi sekarang kondisi nya hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki saja. Kalau kendaraan sudah tidak bisa karena sangat mengkhawatirkan," kata Musidin, Minggu (8/2/2026).

"Mulai ditutup itu hari Jumat kemarin, awalnya bisa dilintasi roda dua saja. Tapi karena makin parah, sehingga kami tutup total dan langsung berkoordinasi dengan Dinas terkait," imbuhnya.

Keputusan membuat jembatan bambu, lanjut Mudisin, itu diambil demi memastikan aktivitas pendidikan anak-anak sekolah tidak terganggu total.

"Untuk saat ini kita buat jembatan alternatif biar anak-anak yang sekolah SMP, yang sekolah MTs itu bisa berjalan dengan biasanya," ujar Musidin.

Jembatan tersebut, menurut Musidin, merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Widoro dan Kedungcaluk menuju Desa Karangren serta Desa Seboro.

"Ini akses utama warga. Sebenarnya bisa lewat jalan pintas lainnya, tapi jauh dan harus muter-muter dari Kecamatan Kraksaan. Jadi sambil lalu menunggu perbaikan, kita buat alternatif dulu," pungkasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved