Lestarikan Budaya, GAS Bondowoso Ajarkan Gamelan hingga Dongeng ke Anak-anak Secara Gratis
Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso menghadirkan program untuk melestarikan budaya lokal, khususnya bagi anak-anak.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- GAS Bondowoso mengadakan program INI BUDI (Anak Indonesia, Belajar Berbudaya Sejak Dini) untuk mengajarkan seni dan budaya kepada anak-anak TK dan PAUD secara gratis.
- Anak-anak diajarkan bermain Gamelan, seni musik Kentrung, serta mendongeng kisah legenda Bondowoso, sebagai bentuk pelestarian budaya.
- Peserta dari berbagai wilayah belajar bisa mengikuti tanpa biaya, hanya perlu mengatur jadwal kunjungan
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso menghadirkan program untuk melestarikan budaya lokal, khususnya bagi anak-anak.
Program bernama INI BUDI yang merupakan akronim Anak Indonesia, Belajar Berbudaya Sejak Dini ini menawarkan pembelajaran seni dan budaya secara gratis bagi pelajar TK dan PAUD.
Sejak diluncurkan pada Januari 2026, program ini telah menjangkau 630 siswa dari 17 lembaga pendidikan setingkat PAUD dan TK, serta empat kelompok belajar yang berkunjung ke sanggar GAS di Kecamatan Curahdami, Bondowoso.
Menurut Junaidi atau karip disapa Bang Jun, Koordinator GAS Bondowoso, mereka diajarkan bermain alat musik Gamelan. Serta menghormati seni budaya warisan leluhur.
Kemudian, setelah tahap pengenalan setiap peserta akan diajarkan mendongeng kisah-kisah legenda di Bondowoso diiringi permainan Gamelan. Serta akan diajarkan seni musik Kentrung.
"Intinya ini sedekah seni dari GAS," ujarnya dikonfirmasi Senin (16/2/2026).
Baca juga: Kunjungi Sejumlah PAUD di Trenggalek, Novita Hardini Bacakan Dongeng hingga Ajak Hias Kue Donat
Dia menerangkan jika berbicara nominal apa yang diajarkan pasti tak murah. Namun, karena GAS ingin bersedekah pemahaman seni dan budaya akhirnya pihaknya memberikan pembelajaran secara gratis.
Selain itu, dirinya mengaku sangat bahagia jika nantinya generasi muda bisa belajar seni dan budaya di tengah gempuran kultur luar negeri yang bebas bisa diakses di media sosial.
"Ketika ada pembelajaran, saya bahagia. Saya mensyukuri GAS bisa bermanfaat," jelasnya.
Ia menegaskan program yang diinisiasi oleh GAS Bondowoso ini merupakan murni bukan milik pemerintah. Namun, adalah pengabdian GAS, komunitas yang sudah terbentuk sejak 1978.
Namun pada tahun-tahun sebelumnya, program pelestarian budaya dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.
Seperti Teater Kampung yang berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya membawakan drama tentang Bondowoso. Ada juga "Ngampar Lamak" yaitu pertunjukan rakyat yang juga tampil di tempar keramaian membawaan kisah Bondowoso..
"GAS dilihat bukan hanya teori, tapi praktik terus," pungkasnya.
Ke depan, anak-anak yang belajar seni melalui program INI BUDI. Akan diajak untuk mementaskan hasil pembelajaran selama ini.
"Sumbangsih saya ini, istilahnya ini saya ingin sedekah ilmu," pungkasnya.
Pantauan di lokasi, anak-anak PAUD dan TK datang dari berbagai wilayah belajar. Mereka tak dimintai biaya dan hanya diminta untuk mengatur jadwal kunjungan saja
| Transparansi Rekrutmen Nakes di RSUD dr Koesnadi Bondowoso Dipertanyakan, Nilai Tak Diumumkan |
|
|---|
| Lapas Bondowoso Gelar Penggeledahan dan Tes Urine, Hasilnya Seluruh Pegawai dan WBP Negatif |
|
|---|
| Tujuh Kuliner Khas Bondowoso, dari Tape Manis hingga Kopi Blangkon yang Kaya Rempah |
|
|---|
| Polda Jatim Temukan Tujuh Senjata Api Tak Layak Pakai di Polres Bondowoso |
|
|---|
| Polisi Ikut Perbaiki dan Bangun 7 Jembatan untuk Bantu Akses Masyarakat di Bondowoso |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Junaidi-koordinator-GAS-Bondowoso-saat-memberikan-pembelajaran-Gamelan.jpg)