Berita Ponorogo

Ponorogo Krisis LPG 3 Kilogram, Plt Bupati Sidak ke SPPBE: Ternyata Masih Banyak Banget

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), Selasa (17/3/2026).

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
GHAIB - Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita melakukan sidak SPPBE PT Buana Karya di Jalan DI Panjaitan, Ponorogo, Jatm, Selasa (17/3/2026). Ini setelah warga Ponorogo mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg jelang lebaran. 

Ringkasan Berita:
  • Lisdyarita meninjau langsung SPPBE PT Buana Karya bersama perwakilan Pertamina, memastikan ketersediaan gas elpiji jelang Lebaran.
  • Total stok saat sidak mencapai 35 ribu tabung dengan tambahan 7.200 tabung, serta rencana penambahan lagi pada 19 dan 22 Maret, sehingga kebutuhan masyarakat dijamin terpenuhi.
  • Beberapa warga melaporkan kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga normal (Rp 22 ribu), terpaksa membeli Rp 25 ribu/tabung.

 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), Selasa (17/3/2026).

Ini setelah warga Ponorogo mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg jelang lebaran. SPPBE yang disidak adalah SPPBE PT Buana Karya di Jalan DI Panjaitan, Ponorogo, Jatim,

Tidak hanya Bunda Lisdyarita—sapaan akrab—Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita saja yang melakukan sidak. Bunda Lisdyarita didampingi perwakilan Pertamina, Gatot Subroto dan pemilik SPPBE, Ramza Rolanda.

“Karena kami mendengar sempat ada masukan bahwa LPG 3 kg langka. Tapi nyatanya malah bahannya banyak banget,” ungkap Bunda Lisdyarita.

Baca juga: Wali Kota Kediri Minta Warga Tak Lakukan Panic Buying Jelang Lebaran: Stok Pangan dan LPG Aman 

Dia menjelaskan bahwa di SPPBE melihat langsung produksinya. Pun pihak Pertamina mengaku bahwa telah menambah kapasitas sehingga dijamin Ponorogo tidak kekurangan maupun kelangkaan.

“Hari ini tambahannya sekitar 7200 tabung, totalnya 35 rb tabung. Nanti tanggal 19 ada penambahan lagi. Terus tanggal

22 ada penambahan lagi. Insya allah aman,” tambahnya.

Menurutnya, jika sampai ada kelangkaan, mungkin ada indikasi penimbunan. “Nanti ada tim satgas yang akan mengecek itu. Semoga gak ada penimbunan,” pungkasnya .

Sejumlah warga Kabupaten Ponorogo mulai mengeluhkan kesulitan mencari gas LPG 3 Kg. Barang bersubsidi terancam seolah lenyap dari peredaran jelang lebaran.

Seperti pengakuan Dwiyono warga Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Dia harus membeli gas bersubsidi tersebut Rp 25 ribu per tabung.

“Padahal sebelumnya cuma Rp 22 ribu per tabung diantar sampai rumah. Ini tadi aku muter-muter mencari,” ungkap Dwiyono kepada Tribunjatim.com,

Namun mendapatkan harga Rp 25 ribu per tabung itu pun, bapak dua orang anak ini juga harus memutar tidak satu tempat. Ada tiga lokasi yang didatangi.

“Tempat ketiga ada, tapi harganya ya Rp 25 ribu per tabung. Karena memang perlu mau ndak mau ya dibeli. Daripada ndak bisa memasak istri saya,” tegasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved