Berita Tuban

Patung Dewa di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Hendak Dicuri, Gagal karena Ada Orang Sembahyang

Sebuah patung dewa di area altar Klenteng Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, diduga hendak dicuri oleh sekelompok orang, Rabu (15/4/2026).

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
Pencurian - Penjaga Klenteng Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, Tio Ingbo, menunjukkan posisi patung dewa di altar yang disebut sempat dipindahkan tanpa pemberitahuan, memicu dugaan percobaan pencurian, Rabu (15/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Patung Kimsin (Dewa Kwan Kong) di Klenteng Kwan Sing Bio diduga hendak dicuri oleh sekelompok orang tanpa izin.
  • Penjaga klenteng berhasil menggagalkan aksi saat melihat patung sudah dibawa, lalu menegur pelaku hingga patung dikembalikan ke altar.
  • Kejadian ini akan dilaporkan ke polisi, yang telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi untuk mendalami motif pelaku

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Sebuah patung dewa di area altar Klenteng Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, diduga hendak dicuri oleh sekelompok orang, Rabu (15/4/2026).

Untung, dalam aksi tersebut berhasil digagalkan oleh petugas penjaga klenteng saat hendak melakukan sembahyang.

Penjaga klenteng, Tio Ingbo, mengatakan jika patung yang hendak dibawa merupakan Kimsin atau Patung Dewa Kwan Kong yang berada di altar. 

Menurutnya, patung tersebut hendak dipindahkan tanpa adanya izin maupun pemberitahuan dari pihak pengelola.

“Namanya patung Kimsin, sama dia mau dibawa tanpa permisi, tanpa sepengetahuan kita,” ujar Tio Ingbo.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat dirinya datang ke klenteng untuk sembahyang. Saat itu ia melihat sekitar lima orang berada di sekitar lokasi.

Baca juga: Aksi Pencurian Motor di Lumajang Terbongkar, Pelaku Ternyata Tetangga Sendiri

Ingbo yang hendak masuk ke altar untuk sembahyang. Malah melihat patung Kimsin sudah bopong oleh salah satu dari mereka.

“Setelah saya masuk, saya mau sembahyang juga. Tiba-tiba saya toleh, Kimsin itu sudah dibawa, sudah dibopong. Akhirnya saya bentak, mau dibawa kemana itu,” imbuhnya.

Setelah mendapat teguran, patung tersebut akhirnya diletakkan kembali dan tidak jadi dibawa keluar dari area klenteng.

“Setelah ditegur akhirnya diletakkan. Saya bilang tidak bisa, kimsinnya tidak boleh keluar dari sini,” bebernya.

Terkait kejadian tersebut, Ingbo menyebut pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian agar prosesnya dapat berjalan secara resmi.

“Ya, biar prosesnya berjalan, dari Polres bersama Penasehat Hukum (PH) kita, Pak Heri,” pungkasnya.

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memintai keterangan dari saksi-saksi di lokasi guna mendalami motif di balik percobaan pengambilan patung tersebut secara sepihak. Kasus ini kini ditangani oleh pihak berwenang untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved