Berita Jatim
Peringati Hari Posyandu Nasional, Gubernur Khofifah Ingatkan Peran Penting Posyandu Berbasis 6 SPM
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Enam layanan yang diintegrasikan meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat.
- Di Jawa Timur terdapat lebih dari 46 ribu Posyandu dengan ratusan ribu kader, yang diharapkan menjadi pusat layanan terpadu
TRIBUNJATIM.COM, KUALA LUMPUR - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah strategis dalam mendekatkan layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada Rabu (29/4), dengan tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat".
Menurut Gubernur Khofifah, Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan (LKD/LKK) yang memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan di tingkat lokal.
“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi berbasis 6 SPM, Posyandu kini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya, disela-sela kunjungan kerjanya untuk misi dagang dan pertemuan dengan para investor di Malaysia, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Kisah Kader Posyandu Evakuasi 3 Balita Saat Banjir Menerjang Kelurahan Kapas Nganjuk
Khofifah menjelaskan, enam bidang pelayanan minimal yang diintegrasikan dalam Posyandu meliputi sektor kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).
Transformasi ini, lanjut Khofifah, menjadi upaya konkret dalam menghadirkan layanan dasar yang lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses layanan dasar. Posyandu hadir sebagai pusat layanan yang inklusif, berbasis gotong royong, dan memperkuat pembangunan dari bawah,” tegasnya.
Di Jawa Timur, peran Posyandu dinilai sangat signifikan. Tercatat terdapat 46.414 Posyandu yang didukung oleh 301.013 kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah.
Khofifah menyampaikan bahwa keberadaan Posyandu tidak hanya memberikan manfaat dalam peningkatan layanan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.
“Posyandu mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan desa secara partisipatif, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak yang bekerja dengan penuh dedikasi. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat Posyandu sebagai pilar pembangunan berbasis komunitas menuju terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.
“Melalui Posyandu yang semakin kuat dan terintegrasi, kita optimistis dapat menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Penyelundupan Ratusan Butir Metadon di Area Branggang Digagalkan Petugas Lapas Blitar |
|
|---|
| DPRD Jatim Desak Agar Pelayanan Kesehatan Terus Optimal untuk Kelompok Rentan di Surabaya |
|
|---|
| Ribuan Penikmat Gowes Sepeda Gunung Uji Adrenalin di Jalur Situbondo, Tempuh Jarak 12 Kilometer |
|
|---|
| Bus Aremania Dilempari di Ruas Tol Waru, Kaca Pecah dan Satu Bus Umum Juga Jadi Korban |
|
|---|
| Soal Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi, Pemprov Jatim Buka Suara: Dipengaruhi Biaya Transportasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Peringati-Hari-Posyandu-Nasional-yang-jatuh-pada-Rabu-2942026-Gubernur-Jawa.jpg)