Harga Aspal Meroket 40 Persen, Lelang Perbaikan Jalan di Bondowoso Molor hingga Tiga Kali

Kondisi ini mengakibatkan lelang proyek perbaikan jalan di Bondowoso diperpanjang hingga tiga kali.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
PERBAIKAN JALAN - Foto ilustrasi sejumlah pekerja dari Dinas BSBK Bondowoso terlihat melakukan penambalan jalan di jalur Jembatan Koncer di Kecamatan Bondowoso, pada awal Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Masalah: Lelang perbaikan jalan diperpanjang 3x karena harga aspal naik 40 persen.
  • Kenaikan Harga: Dari Rp1,7 juta menjadi Rp2,4 juta per satuan aspal.
  • Dampak Proyek: Volume perbaikan jalan (target awal 35 km) dipastikan berkurang.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Harga aspal mengalami kenaikan hampir 40 persen.

Kondisi ini mengakibatkan lelang proyek perbaikan jalan di Bondowoso diperpanjang hingga tiga kali.

Penyebabnya adalah para penyedia jasa konstruksi enggan mengikuti tender lelang proyek tersebut.

Hal ini diakui oleh salah seorang penyedia berinisial S dari Bondowoso.

Baca juga: Cita Rasa Otentik, Kopi Bondowoso Dilirik Lembaga Keuangan di Singapura untuk Ketahanan Pangan Dunia

Penyedia Jasa Keluhkan Selisih Harga yang Terlalu Tinggi

Ia membenarkan bahwa dampak kenaikan harga BBM yang turut memengaruhi harga aspal membuat para penyedia enggan ikut dalam tahap mini kompetisi.

Pasalnya, ketika dihitung kembali, satuan harga di lelang dengan harga pasar saat ini sudah tidak sesuai. Bahkan, harganya bisa membengkak menjadi 105 persen dari pagu anggaran.

"Ngepres sekali," ungkapnya.

Ia meyakini pihak Dinas BSBK Bondowoso sudah melakukan perencanaan dari jauh hari. Namun, karena kenaikan harga yang sangat cepat, perlu dilakukan evaluasi harga.

Diakuinya, kondisi ini bukan hanya terjadi di Bondowoso, melainkan juga di daerah lain karena faktor kenaikan harga BBM dan aspal.

Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Anshori, membenarkan bahwa pihaknya telah memperpanjang tender hingga tiga kali, terhitung sejak awal April hingga saat ini.

Penyebabnya adalah keengganan penyedia untuk ikut lelang akibat harga aspal yang naik hingga Rp700 ribu. Sebelumnya, harga aspal berada di kisaran Rp1,7 juta, kini melonjak menjadi Rp2,4 juta.

"Di saat itu, mungkin teman-teman penyedia berpikir, 'oh iya ya, ini kok terlalu jauh'. Mereka akhirnya enggan untuk ikut," urainya.

Anshori menerangkan bahwa pihaknya sudah meninjau ulang (review) harga satuan aspal setelah mengecek langsung ke AMP Jember dan Situbondo. Ia berharap lelang ini bisa segera tuntas sehingga pengerjaan perbaikan jalan dapat dilakukan.

Pasalnya tahun ini, terdapat 134 titik jalan atau sekitar 35 km yang harus segera diperbaiki. Seluruh titik tersebut bersifat mendesak (urgent).

"Jadi, itu semua menjadi prioritas kita," jelasnya.

Baca juga: Sejoli Bondowoso Siarkan Live Hubungan Asusila Durasi 15 Menit, Kini Terancam Penjara 10 Tahun

Kenaikan harga aspal ini, kata Anshori, tentu akan mengurangi volume jalan yang akan diperbaiki.

Sebab, target 35 km jalan tersebut dihitung berdasarkan pagu anggaran dengan harga normal sebelum adanya kenaikan.

Secara otomatis, volume panjang jalan akan berkurang, namun Anshori menegaskan bahwa pagu anggaran, lokasi, dan jumlah titik tetap sama. Saat ini, pihaknya masih melakukan rekapitulasi volume perbaikan jalan.

"Itu dampak dari kenaikan harga tersebut," terangnya.

Dia menerangkan anggaran perbaikan jalan tahun ini bersumber dari APBD. Karena Bondowoso tahun 2026 tak mendapat DAK.

"Kita juga hati-hati dari sisi regulasi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved