Dubes Yaman Temui Gubernur Jatim Khofifah, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Perdagangan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Balfakeeh

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
STRATEGIS - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jatim Khofifah menerima kunjungan Dubes Yaman di Gedung Negara Grahadi.
  • Pertemuan membahas peluang kerja sama pendidikan, perdagangan, budaya, dan investasi.
  • Hubungan historis Jawa Timur dan Hadramaut dinilai telah terjalin kuat sejak lama.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Balfakeeh, di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5/2026).

Pertemuan berlangsung hangat dan sangat strategis khususnya dalam meningkatkan hubungan yang sudah terjalin antara Indonesia dan Yaman

Gubernur Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik inisiatif memperkuat hubungan antara Jawa Timur dan Yaman melalui penjajakan kerjasama di sektor investasi, pendidikan, perdagangan dan budaya. 

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal-hal strategis untuk ditindaklanjuti kerjasama strategis maupun yang teknis sektor pendidikan, perdagangan dan budaya. Namun, prosesnya tentu sesuai dengan pembahasan Kementerian Luar Negeri, Kementerian dalam Negeri dan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah. 

Menurut Khofifah, di sektor perdagangan antara Jawa Timur dan Republik Yaman menunjukkan tren positif. Tercatat tahun 2021-2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman fluktuatif dengan tren pertumbuhan rata-rata 24,08 persen per tahun. 

Baca juga: Bersama 15 Ribu Jamaah, Gubernur Khofifah Peringati Harlah ke-80 Muslimat: Gaungkan Perdamaian

Perdagangan Jatim-Yaman Tunjukkan Tren Positif

Kemudian tahun 2025, nilai ekspor mencapai sekitar USD 14,6 juta, dengan komoditas utama berupa olahan tepung (USD 5,8 juta), sabun dan preparat pembersih (USD 3,69 juta), kertas dan karton (USD 1,5 juta) serta produk kaca, makanan olahan, perlengkapan listrik dan produk perikanan.

“Sedangkan nilai impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar USD 1,97 juta, sehingga menghasilkan surplus perdagangan bagi Jawa Timur sekitar USD 12,63 juta,” jelas Khofifah. 

Sedangkan untuk kerjasama di bidang perdagangan, menurut Gubernur Khofifah sangat potensial untuk ditingkatkan terlebih karena ada beberapa diksi bahasa Indonesia yang sudah digunakan untuk jenis makanan di Provinsi Hadramaut, Yaman

Seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, sambel dan mie instan. Selain itu, hari ini duta besar akan bertemu dengan para pedagang-pedagang di Surabaya. 

“Betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman terutama Provinsi Hadramaut sudah begitu kuat berjalan luar biasa,” tuturnya. 

“Dan banyak produk dari Yaman yang kita temui di sini. Seperti madu oleh-oleh haji atau umroh itu dari Yaman, selain itu lagu dari Yaman juga populer di sini,” imbuhnya.

Baca juga: Dampak Perang Iran-Israel: Mahasiswa Asal Yaman Batal Mudik Lebaran Akibat Tiket Pesawat Melambung

Hubungan Budaya dan Kuliner Sudah Mengakar

Di sektor budaya, Gubernur Khofifah mengatakan hubungan historis dan kultural yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu tumbuh melalui jalur perdagangan maritim, penyebaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam serta interaksi antar masyarakat yang pengaruhnya terasa sampai saat ini. 

“Keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di Surabaya dan berbagai wilayah Jawa Timur lainnya kawasan Ampel di Surabaya menjadi simbol kuat dari hubungan sejarah tersebut,” tegasnya.

“Nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kontribusi sosial yang diwariskan oleh komunitas Hadhrami telah menjadi bagian penting dari perkembangan masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jawa Timur terutama untuk belajar di Yaman tinggi sekali sehingga ada pertukaran mahasiswa Yaman bisa belajar di Indonesia terutama di Jawa Timur dan sebaliknya mahasiswa Jawa Timur belajar ke Yaman karena memang perspektif keberagamannya moderasi.

“Menjadi bagian penting membangun pendidikan terutama di sektor jurusan agama tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi diantara komunitas dimana mereka akan mengabdikannya,” jelasnya. 

Sementara itu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Balfakeeh mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang menerima kunjungan di Provinsi Jawa Timur. 

Pertemuan dikhususkan perbincangan rencana dan wacana antara Jawa Timur dan beberapa Provinsi di Yaman di sektor pendidikan dan kebudayaan. 

Sebab, Provinsi Hadramaut dengan Provinsi Jawa Timur bukan sekadar hubungan biasa melainkan seperti saudara kandung karena banyak masyarakat Yaman yang hijrah ke Indonesia. 

“Mereka mempunyai peran yang begitu besar di negeri ini maka generasi-generasi kita ingin membangun kembali hubungan tersebut baik di sektor pendidikan, kebudayaan dan ekonomi,” tutupnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved