Gudang PT Ababil Sriwidjaya Lestari di Lamongan Terbakar, Api Muncul dari Gudang Belakang
Kebakaran melanda gudang Taman Puspa milik PT Ababil Sriwidjaya Lestari yang berada di Jalan Raya Lamongan-Sugio, Dusun Sempu
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Kebakaran terjadi di gudang Taman Puspa milik PT Ababil Sriwidjaya Lestari di Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, pada 31 Mei 2026 malam. Api menghanguskan sejumlah barang dan kendaraan, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.
- Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua karyawan yang melihat kobaran api dari gudang. Warga bersama petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 35 menit sehingga kebakaran tidak merembet ke bangunan lain.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kebakaran melanda gudang Taman Puspa milik PT Ababil Sriwidjaya Lestari yang berada di Jalan Raya Lamongan-Sugio, Dusun Sempu, Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Minggu (31/5/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut menghanguskan sejumlah barang dan kendaraan yang berada di dalam area gudang.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh dua karyawan perusahaan, Gembong (41) dan Prapto (45), saat keduanya berada di sebuah warung kopi yang terletak di sebelah timur ruko PT Ababil Sriwidjaya Lestari.
Saat itu, keduanya melihat kobaran api muncul dari gudang belakang Taman Puspa milik perusahaan yang memiliki ukuran sekitar 7 x 20 meter persegi.
Baca juga: Kapolrestabes Surabaya Turun Pantau Olah TKP Kebakaran Maut di Simokerto, Tewaskan Juragan Sepeda
Menyadari adanya kebakaran, kedua saksi bersama sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Mereka juga berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang dinilai mudah terbakar agar tidak ikut dilalap si jago merah. Beberapa barang yang sempat dievakuasi di antaranya bekas wahana permainan anak berupa rumah balon dan satu unit mobil dump truk bernomor polisi AD-9130-DE.
Namun upaya tersebut tidak mampu membendung kobaran api yang terus membesar. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang.
Selain itu, di area gudang juga terdapat dua unit mobil bak tanpa nomor polisi yang sudah lama mangkrak dan tidak digunakan. Kedua kendaraan tersebut turut menjadi sasaran amukan api.
Melihat situasi yang semakin sulit dikendalikan, Gembong kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk meminta bantuan.
Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga setempat.
Petugas berjibaku menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Setelah berlangsung sekitar 35 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 20.35 WIB dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Akibat kebakaran tersebut, dua unit mobil bak yang sudah rusak dan tidak terpakai hangus terbakar. Selain itu, sejumlah barang lainnya juga mengalami kerusakan cukup parah.
Barang-barang yang terdampak di antaranya satu unit alat cutting cor, beberapa tikar dan karpet, sejumlah kipas dinding, serta mesin jahit yang berada di dalam gudang.
Sementara itu, satu unit mobil dump truk bernomor polisi AD-9130-DE mengalami kerusakan akibat kebakaran pada bagian depan kendaraan.
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M Hamzaid mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang terjadi di area gudang.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Seluruh pekerja dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
"Tiga orang telah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kejadian tersebut, yakni Gembong (41), Prapto (45), dan Wahyu (23), yang seluruhnya merupakan karyawan swasta dan berdomisili di Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, " kata Kapolsek Lamongan Kota, Kompol Mukhammad Fadelan melalui Kasi Humas, Minggu (1/6/2026).
Pihak terkait mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik serta memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Kerugian materiil akibat kebakaran gudang tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Hingga kini, proses pendataan dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab serta total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Duduk Perkara BGN Hentikan Sementara Tujuh SPPG di Jombang, Limbah Air Disebut Jadi Penyebab |
|
|---|
| BGN Sebut Siswa Bukan Target Utama MBG, Peringatkan Mitra Tak Menyimpang dari Sasaran |
|
|---|
| Jadwal Kedatangan Jemaah Haji di Bandara Juanda Surabaya, Kloter Pertama Bakal Datang Malam Nanti |
|
|---|
| Pria Banyuwangi Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung, Masinis Sudah Bunyikan Klakson Berulang Kali |
|
|---|
| Chord dan Lirik Lagu Permen Nande - Egi Suranta Ginting: nande nangin ula baba rampusndu e |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/GUDANG-PERUSAHAAN-TERBAKAR-Petugas-pemadam-kebakaran-bersama-warga.jpg)