Waspada, Ombak Tinggi Hantam Perairan Tuban, Tiga Perahu Nelayan Rusak, Warga Diminta Tak Melaut

Gelombang tinggi yang menerjang perairan Tuban sejak Sabtu (6/6/2026) menyebabkan tiga perahu nelayan di Desa Beji

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Istimewa
Perahu Rusak – Salah satu perahu nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang tinggi pada Sabtu (6/6/2026). Tiga perahu terdampak, dua di antaranya tidak dapat dievakuasi karena mengalami kerusakan parah dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta 

Ringkasan Berita:
  • Gelombang tinggi di perairan Tuban pada 6–7 Juni 2026 menyebabkan tiga perahu nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, terbalik dan mengalami kerusakan parah.
  • Dua perahu mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa dievakuasi dengan total kerugian masing-masing sekitar Rp15 juta dan Rp10 juta, sementara satu perahu berhasil dievakuasi tetapi tetap rusak pada mesin dan alat tangkap dengan kerugian sekitar Rp5 juta.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis


TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Gelombang tinggi yang menerjang perairan Tuban sejak Sabtu (6/6/2026) menyebabkan tiga perahu nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mengalami kerusakan parah.

Ketua Rukun Nelayan (RN) Desa Beji, Muzamil, mengatakan seluruh perahu yang terdampak sempat terbalik akibat diterjang ombak besar. 

Namun kondisi kerusakan yang dialami masing-masing perahu berbeda.

Satu perahu mengalami kerusakan paling parah hingga pecah ambyar dan tidak dapat dievakuasi. Kerugian akibat kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.

“Perahu yang pecah total tidak bisa dievakuasi lagi. Kerugiannya sekitar Rp15 juta,” ujar Muzamil, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim 7 Juni 2026, Cerah Mendominasi, Sejumlah Wilayah Berawan

Selain itu, satu perahu lainnya juga tidak berhasil diselamatkan karena bagian bawah lambung pecah akibat hantaman gelombang. Kerugian yang dialami pemilik perahu diperkirakan mencapai Rp10 juta.

“Yang pecah bagian bawah juga tidak berhasil dievakuasi dan kerugian kemungkinan mencapai Rp10 juta,” imbuhnya.

Sementara satu perahu lainnya berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. 

Meski demikian, pemilik perahu tetap mengalami kerugian karena sejumlah alat tangkap dan mesin mengalami kerusakan dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta.

“Hanya satu yang berhasil di evakuasi namun mesin dan alat tangkap harus mengalami kerusakan,” bebernya.

Menurut Muzamil, para nelayan sebelumnya telah menerima peringatan dini dari BMKG terkait potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi. 

Imbauan agar tidak melaut juga telah dipatuhi oleh para nelayan setempat.

Dari kejadian ia berharap ada perhatian dari pemerintah maupun instansi terkait untuk sedikit meringankan beban perbaikan perahu yang rusak.

“Nelayan harus memperbaiki sendiri secara swadaya. Kalau bisa dibantu ala kadarnya,” pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved