Punya Peran Penting, Mahasiswa Diminta DPRD Jatim Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan
Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- DPRD Jawa Timur menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi aktif memberikan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan daerah melalui kajian akademik.
- Mahasiswa didorong menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data (policy brief) untuk membantu DPRD dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan daerah melalui kajian dan rekomendasi kebijakan.
DPRD Jatim menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral.
Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang ke Gedung DPRD Jawa Timur belum lama ini. Dalam sesi dialog, dewan mengajak mahasiswa aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui gagasan dan kajian kebijakan.
"Semangat critical thinking harus terus dijaga. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga harus mampu memberikan gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Puguh dalam penjelasannya yang dikirim, Kamis (11/6/2026).
Mahasiswa didorong untuk mulai membiasakan diri menyusun naskah rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian akademik. Hal ini dibutuhkan. Termasuk bagi legislatif. Menurut Puguh, DPRD sangat membutuhkan masukan dari kalangan akademisi untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran.
Baca juga: Zonasi Wisata dan Penyangga Lingkungan, DPRD Jatim Beri Sinyal Kuat Tutup Tambang di Ngebel Ponorogo
“Kami membutuhkan data, masukan, dan rekomendasi dari masyarakat, terutama dari kalangan intelektual seperti mahasiswa,” jelasnya.
Puguh juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengawal berbagai persoalan di daerah masing-masing melalui pendekatan akademik. Terlebih, banyak isu lokal yang membutuhkan perhatian dan gagasan dari generasi muda. Misalnya di kawasan Malang Raya, seperti persiapan sampah, macet hingga sektor pariwisata.
Mahasiswa bisa mengambil isu-isu lokal tersebut dengan melakukan kajian secara ilmiah lalu menyampaikannya kepada DPRD dalam bentuk policy brief. "Itu bentuk partisipasi yang sangat konstruktif,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini.
MEDIA SOSIAL
Disisi lain, dalam dialog pada kesempatan tersebut, dewan juga menyoroti perkembangan media sosial saat ini. Sebab, media sosial menjadi instrumen penting dalam demokrasi modern.
Platform digital kini menjadi sarana yang efektif bagi masyarakat untuk mengawasi dan menilai kinerja pejabat publik.
"Media sosial membuat masyarakat lebih mudah melihat dan mengawasi kinerja pejabat publik. Ini menjadi bagian dari transparansi dan akuntabilitas yang harus terus dijaga,” tandas Puguh.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Perusahaan Rugi Rp 53 Juta karena 26 Karyawan Sekongkol Gelapkan Solar Hanya Bermodalkan Selang |
|
|---|
| Inovasi Pemkot Surabaya soal Sampah, Bakal Tambah Trash Boom di Sungai, Petakan Asal Kotoran |
|
|---|
| Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng, Jadi Role Model Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Zonasi Wisata dan Penyangga Lingkungan, DPRD Jatim Beri Sinyal Kuat Tutup Tambang di Ngebel Ponorogo |
|
|---|
| Cetak Sejarah, Khozanah Hidayati Jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC PKB Tuban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/AUDIENSI-Mahasiswa-Universitas-Merdeka-Unmer-Malang-saat-berkunjung.jpg)