Rumah Reyot Dedy di Jombang Dibangun Babinsa & Warga Jadi Layak Huni, Bambu Diganti Bata
Pembangunan ini nantinya diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan sampai rumah siap digunakan.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Rumah Dedy menjadi sasaran program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (30/4/2026).
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Upaya membantu warga kurang mampu terus dilakukan aparat teritorial.
Babinsa Koramil 0814-05/Perak, Kodim 0814/Jombang, melaksanakan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Pemkab Jombang Klaim Pemecatan Yogi Sudah Lewati Prosedur Panjang, Ungkap Sang Guru Sering Bolos
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial 'Babinsa Masuk Dapur' yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Sasaran program kali ini adalah rumah milik Dedy Rhamawan yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni.
Rumah yang sebelumnya berdiri hanya dengan bambu-bambu ukuran kecil, sedang dan besar, mulai diperbaiki.
Batu bata putih besar menjadi bagian pondasi utama, membentuk sebuah rumah yang layak dihuni.
Pembangunan ini nantinya diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan sampai rumah siap digunakan.
Serka Aunur Rofik menjelaskan, bedah rumah ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Program tersebut juga menjadi lanjutan dari berbagai kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Ini merupakan implementasi program dari pimpinan TNI AD untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di rumah tidak layak huni," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com.
Proses perbaikan rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI bersama warga setempat.
Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Menurut Rofik, kegiatan semacam ini memiliki manfaat ganda, selain memberikan bantuan fisik berupa hunian yang layak juga memperkuat komunikasi sosial di wilayah binaan.
"Lewat kegiatan ini, kedekatan antara TNI dan masyarakat semakin terjalin. Ini penting untuk mendukung tugas pembinaan teritorial," ungkapnya.
Ia menegaskan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari tugas kewilayahan, di mana kehadiran aparat diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Hadirnya aparat untuk bisa membantu masyarakat dan memberi manfaat," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Brodot, Fachtan Aschori, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Ia menilai kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga desa.
"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Babinsa, Dandim, dan juga Kasad. Ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar hadir membantu masyarakat," ungkapnya saat dikonfirmasi terpisah.
Program bedah RTLH ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.
"Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut, sehingga nantinya semakin banyak warga tidak mampu yang bisa tinggal di rumah yang layak dan aman," pungkasnya.
| Pemkab Jombang Klaim Pemecatan Yogi Sudah Lewati Prosedur Panjang, Ungkap Sang Guru Sering Bolos |
|
|---|
| 3 Laptop Hilang Tanpa Jejak di SDN Jatimlerek 2 Jombang, TIdak Ada Bekas Pengrusakan |
|
|---|
| Puluhan Desa di Jombang Terhambat Lahan saat Bangun KDKMP, DPRD Minta Pemkab Lebih Rajin ke Lapangan |
|
|---|
| 32 Desa di Jombang Belum Bangun KDKMP, Ketersediaan Lahan Masih Jadi Kendala |
|
|---|
| Jasad Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Megaluh Jombang, Diduga karena Penyakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Babinsa-Masuk-Dapur-bedah-RTLH.jpg)