Berita Kediri

Update Kasus Bocah Diduga Hanyut di Kediri, Tim SAR Sisir Sungai hingga Bendungan

Upaya pencarian terhadap Arfan Hamada (7), bocah yang dilaporkan hilang diduga terseret arus di Sungai Bendo Mongal, Tiron, Banyakan

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Melia Luthfi Husnika
PENCARIAN - Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian Arfan Hamada (7) bocah yang diduga hanyut di sungai Bendo Mongal Tiron, Banyakan, Kabupaten Kediri, Selasa (17/3/2025). Tim SAR gabungan memperluas lokasi pencarian korban. 

Ringkasan Berita:
  • Upaya mencari Arfan Hamada (7) yang diduga terseret arus Sungai Bendo Mongal, Kediri, diperluas hingga wilayah hilir, termasuk Dam Dau, untuk memaksimalkan peluang menemukan korban.
  • Tim gabungan dibagi menjadi tiga sektor: penyisiran darat dari lokasi awal hingga Dam Dau, pemantauan lanjutan ke Dam Selotopeng/Kamal, dan manuver perahu fiber di sekitar Dam Dau sebagai titik krusial.

 


Laporan wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Upaya pencarian terhadap Arfan Hamada (7), bocah yang dilaporkan hilang diduga terseret arus di Sungai Bendo Mongal, Tiron, Banyakan, Kabupaten Kediri, diperluas. 

Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan memperlebar jangkauan penyisiran hingga ke wilayah hilir untuk memaksimalkan peluang menemukan korban.

Perluasan area pencarian ini dilakukan dengan mempertimbangkan derasnya arus sungai yang dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. 

Petugas tidak hanya fokus di lokasi kejadian perkara (LKP), tetapi juga menyisir titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.

Baca juga: Pamit Main Bola, Bocah SD Surabaya Tak Pulang Selamanya karena Tenggelam, Ibu Menangis Sesenggukan

Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Nuryono, mengatakan bahwa strategi pencarian hari ketiga difokuskan pada perluasan radius hingga ke bendungan di bagian hilir sungai. Langkah ini dinilai penting mengingat karakter arus sungai yang cukup kuat.

"Radius pencarian kami perluas, tidak hanya di sekitar lokasi awal, tetapi juga hingga ke Dam Dau dan beberapa titik hilir yang kami anggap rawan menjadi lokasi korban tersangkut," kata Nuryono saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, tim gabungan dibagi ke dalam tiga sektor utama guna mengoptimalkan penyisiran di area yang semakin luas. Sektor pertama melakukan penyisiran darat dari titik awal hingga Dam Dau, sementara sektor kedua melakukan pemantauan lanjutan ke arah Dam Selotopeng atau Dam Kamal.

"Sektor kedua ini mencakup pemantauan lanjutan dengan radius sekitar 1,5 kilometer dari Dam Dau ke arah hilir," jelasnya.

Sementara itu, sektor ketiga difokuskan pada manuver perahu fiber di sekitar Dam Dau yang menjadi titik krusial dalam pencarian. 

Area tersebut dinilai memiliki potensi tinggi sebagai tempat berkumpulnya material hanyut, termasuk kemungkinan korban tersangkut.

Peristiwa hilangnya korban sendiri terjadi pada Minggu (15/3/2026) sore. Berdasarkan keterangan saksi, Arfan sebelumnya diketahui sedang memancing dan bermain di sekitar sungai sebelum akhirnya diduga terpeleset dan terbawa arus.

"Kronologi awal, korban sedang memancing, kemudian diduga terpeleset saat mandi di sungai dan tenggelam," ungkap Nuryono.

Di lapangan, tim SAR gabungan menghadapi berbagai kendala, salah satunya tumpukan sampah dan ranting bambu yang menyangkut di aliran sungai. Kondisi tersebut kerap menghambat pergerakan tim, baik saat penyisiran darat maupun penggunaan perahu.

Meski demikian, puluhan personel dari Basarnas, BPBD Kabupaten Kediri, Tagana, kepolisian, TNI, serta relawan terus berupaya maksimal. 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved