Muktamar NU 2026
Lokasi Muktamar NU 2026 Belum Diputuskan, Ponpes Lirboyo Kediri Diusulkan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan lokasi dan waktu Muktamar NU 2026 belum diputuskan.
- Usulan lokasi terus berdatangan, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo.\
- Aspirasi warga NU mengarah agar muktamar digelar di pondok pesantren.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait lokasi maupun waktu pelaksanaan Muktamar NU 2026.
Ia menyebut, pembahasan mengenai agenda besar organisasi tersebut masih dalam tahap penjaringan aspirasi dari berbagai pihak, khususnya para kiai sepuh dan jajaran mustasyar PBNU.
"Muktamar NU belum ada keputusan terkait lokasi penyelenggaraan. Yang ada baru usul sana sini, nanti akan diputuskan bersama dengan para kiai sepuh dan para mustasyar PBNU seperti yang diminta oleh para kiai sepuh dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilaksanakan selama ini," ungkap Gus Yahya saat ditemui seusai peresmian 27 SPPG di bawah naungan TKA PBNU, Selasa (14/4/2026).
Selain lokasi, waktu pelaksanaan Muktamar juga belum ditentukan. PBNU masih terus melakukan komunikasi dan konsolidasi internal sebelum mengambil keputusan final.
"Perkiraan bulan apa kita belum putuskan dan tempat juga belum diputuskan," lanjutnya.
Gus Yahya mengungkapkan, hingga kini sudah banyak usulan lokasi yang masuk dari berbagai daerah. Salah satu yang mencuat adalah usulan agar Muktamar digelar di lingkungan pondok pesantren.
Baca juga: Gus Salam Banjir Dukungan untuk Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Alumni Ponpes Mambaul Maarif All Out
"Usulannya lokasi penyelenggaraan ada di mana-mana, termasuk Lirboyo. Ada yang lokasi lain minta, itu banyak," terangnya.
Menurutnya, aspirasi yang berkembang di kalangan warga NU mengarah pada keinginan agar Muktamar diselenggarakan di pondok pesantren sebagai basis utama Nahdlatul Ulama.
"Tapi nanti kita harapkan bahwa muktamar itu dari aspirasi yang cukup luas dari warga ini diselenggarakan di pondok pesantren itu yang pertama," jelasnya.
Ia menilai, penyelenggaraan Muktamar di pondok pesantren memiliki nilai strategis, terutama dalam memberikan legitimasi moral dan kultural terhadap hasil-hasil keputusan yang dihasilkan.
"Ponpes ini memiliki bobot yang dapat dipandang menjadi landasan legitimasi kuat bagi hasil muktamar nantinya," tambahnya.
Baca juga: PBNU Mulai Persiapan Muktamar NU, Sejumlah Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah
Gus Yahya menyebut, salah satu tokoh yang turut memberikan usulan adalah KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Ia mengusulkan agar Muktamar NU digelar di Pondok Pesantren Lirboyo.
Meski demikian, Gus Yahya menyebut masih terbuka kemungkinan munculnya usulan lain dari berbagai pondok pesantren di Indonesia yang ingin menjadi tuan rumah Muktamar.
Saat ditanya apakah Pondok Pesantren Al Falah Ploso juga mengajukan diri sebagai lokasi, Gus Yahya menjelaskan pihaknya telah melakukan sowan kepada KH Nurul Huda Djazuli.
"Kami sudah sowan ke KH Nurul Huda dan jawabannya bahwa Ponpes Al Falah hanya membackup saja apabila disepakati muktamar NU di Lirboyo," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Gus-Yahya-Ungkap-Ponpes-Lirboyo-Diusulkan-Jadi-Lokasi-Muktamar-NU.jpg)