Herbal untuk Pencegahan Diabetes Melitus

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang kasusnya terus meningkat di Indonesia

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Dokumentasi Pribadi
HERBAL - dr. Renny Novi Puspitasari, dr., M.Si, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dalam artikel 'Herbal untuk Pencegahan Diabetes Melitus'  

Oleh : Dr. Renny Novi Puspitasari, dr., M.Si, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang kasusnya terus meningkat di Indonesia.

Jika dulu diabetes lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan usia lanjut, kini penyakit ini juga banyak menyerang kelompok muda, bahkan remaja. 

Perubahan pola hidup yang serba cepat, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya risiko diabetes di usia produktif.

Diabetes melitus menyebabkan banyak komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Pencegahan sejak dini mutlak diperlukan.

Generasi muda dianjurkan menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, serta menjaga berat badan ideal.

Baca juga: FK UC Surabaya Kuak Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Diabetes Mulai Diidap Usia Muda, Salah Satunya Sambal

Selain itu, pemeriksaan kesehatan berkala juga penting meski tidak ada gejala yang dirasakan.

Di samping gaya hidup sehat, Indonesia memiliki kekayaan herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai tindakan pencegahan.

Beberapa tanaman yang mudah ditemukan sehari-hari terbukti memiliki potensi menstabilkan gula darah, antara lain: Brotowali (Tinospora crispa) dikenal pahit namun kaya senyawa yang meningkatkan sensitivitas insulin, Kayu Manis (Cinnamomum burmanii), mengandung polifenol yang membantu metabolisme glukosa, Pare (Momordica charantia) memiliki senyawa charantin dan polipeptida-P yang bekerja menyerupai insulin, Daun Salam (Syzygium polyanthum) berfungsi menurunkan kadar gula darah.

Diabetes bisa dicegah perilaku hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta pemanfaatan kekayaan herbal lokal seperti brotowali, kayu manis, pare, dan daun salam.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah nyata membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas diabetes di masa depan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved