Rekomendasi Menu Olahan Daging Kurban yang Lebih Sehat, Tak Harus Gulai & Sate

Daging kurban sebenarnya bisa diolah menjadi berbagai menu sehat dengan menambahkan bahan pangan lainnya.

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Alga W
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
OLAHAN - Menu Sop Kambing Sehat khas Depot 29 Malang. Masih banyak menu selain gulai dan sate yang bisa menjadi rekomendasi masyarakat dalam mengolah daging kurban. 
Ringkasan Berita:
  • Masih banyak menu selain gulai dan sate yang bisa menjadi rekomendasi masyarakat dalam mengolah daging kurban.
  • Hal itu diungkapkan Dosen Gizi Departemen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pada momen Hari Raya Idul Adha, sate dan gulai menjadi menu andalan warga saat mengolah daging kurban.

Padahal, masih banyak menu olahan lainnya yang bisa menjadi rekomendasi masyarakat dalam mengolah daging kurban.

Baca juga: 2 SPPG di Kabupaten Malang Tak Beroperasi, Satgas MBG Tunggu Penggantian Yayasan

Dosen Gizi Departemen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB), Lola Ayu Istifiani, menyarankan agar masyarakat lebih cermat memilih jenis olahan daging kurban agar tetap nikmat sekaligus bergizi.

Menurut Lola, daging kurban sebenarnya bisa diolah menjadi berbagai menu sehat dengan menambahkan bahan pangan lain seperti sayuran dan rempah-rempah.

Hal itu membuat kandungan gizi dari olah daging kurban bisa lebih seimbang.

"Kalau daging kurban diolah hanya jadi sate atau gulai terus menerus, asupan lemaknya bisa tinggi," ucapnya kepada TribunJatim.com pada Senin (25/5/2026).

"Padahal sebenarnya bisa dibuat menjadi menu yang lebih seimbang," imbuhnya.

Sop dan soto jadi pilihan lebih sehat

Lola menyebut, sop daging dan soto menjadi salah satu pilihan olahan yang lebih sehat karena tidak membutuhkan santan berlebihan dan bisa dipadukan dengan berbagai sayuran.

Dalam sop, misalnya, daging dapat dikombinasikan dengan wortel, kentang, seledri, hingga daun bawang yang menambah serat, vitamin, dan antioksidan.

Menurut Lola, daun seledri mengandung antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas.

Sementara sayuran lainnya dapat menambah serat yang baik untuk pencernaan.

"Kalau dibuat sop atau soto, bukan hanya protein dari daging yang kita dapat, tetapi juga ada tambahan sayuran yang membuat gizinya lebih lengkap," jelasnya.

Kari dan olahan rempah bisa jadi alternatif

Selain sop dan soto, daging kurban juga bisa diolah menjadi kari atau masakan berbumbu rempah ala India.

Menurut Lola, masakan tersebut bisa lebih sehat jika santan dan minyak digunakan secara terbatas.

Ia mencontohkan menu seperti nasi kebuli atau biryani, yang proses olahannya direbus bersama rempah-rempah seperti kunyit, cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan merica hitam.

Penggunaan rempah juga membantu mengurangi bau khas kambing tanpa harus memakai banyak lemak tambahan.

"Masakan seperti ini mengandalkan rempah kuat untuk rasa, jadi tidak harus banyak minyak atau santan," katanya.

Rendang dan gulai bisa jadi pilihan

Meski begitu, Lola tidak melarang masyarakat mengolah daging kurban menjadi rendang, gulai, atau tongseng.

Hanya saja, ia mengingatkan, menu tersebut mengandung tambahan lemak dari santan, sehingga porsinya perlu dibatasi.

"Kalau sekali-sekali boleh, tapi prinsipnya harus seimbang. Jangan semua olahan daging menggunakan santan atau digoreng," ujarnya.

Ia juga menyarankan saat mengolah daging, masyarakat tidak menggunakan minyak berlebihan ketika menumis bumbu.

"Cukup satu sampai dua sendok minyak saja. Kalau terlalu banyak, minyaknya justru mengendap di masakan dan itu ikut kita konsumsi," katanya.

Lola juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsi jeroan yang biasanya ikut dibagikan bersama daging kurban.

Menurutnya, bagian organ dalam mengandung lemak dan kolesterol lebih tinggi dibandingkan daging.

Oleh karena itu, sebelum mengolah, masyarakat sebaiknya memisahkan antara daging, tulang, dan jeroan agar lebih mudah menentukan jenis masakan yang sesuai.

"Prinsip makan daging kurban itu bukan hanya enak, tapi tetap harus seimbang."

"Kalau sudah makan makanan tinggi lemak, makanan berikutnya harus lebih ringan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved