Industri Garam Jombang Terancam Gulung Tikar, Karyawan Segera Dirumahkan

Tragis! Sudah jatuh tertimpa tangga. Inilah nasib industri garam saat ini.

Penulis: Sutono | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SUTONO
Buruh perusahaan pengoalahan garam beryodium PT Surya Samudera sedang mengemas garam beryodium dalam bentuk briket produksi perusahaan tersebut, Sabtu (15/7/2017). 

TRIBUNJATI.COM, JOMBANG - Industri pengolahan garam di Jombang terkena imbas akibat kelangkaan bahan baku.

Itu dialami PT Surya Samudera (SS), perusahaan pengolahan garamn beryodium di Dusun Banjarpoh, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Perusahaan yang memiliki pekerja 60-an orang itu terancam menghentikan produksi untuk sementara, karena stok bahan baku habis.

"Hari ini kami menghabiskan stok di gudang yang tinggal sekitar 5 ton. Bos kami sedang mencari barang ke Madura. Kalau gagal, besok kami merumahkan karyawan untuk sementara," kata Manajer Logistik PT SS, Aisyiah, kepada Surya, Sabtu (16/7/2017).

Baca: Tiga Bulan Garam Menghilang di Pasaran Magetan, Inilah Dampaknya

Menurutnya, suplai garam rakyat mulai sulit didapat sejak Juni lalu. Ketika itu, praktis PTT SS hanya mengandalkan stok yang ada di gudangnya.

"Bahan baku biasanya kami peroleh dari Sidoarjo, Madura, dan Gresik. Namun sejak beberapa hari sebelum bulan Ramadan, sangat sulit kami dapat," kata Aisyiah.

Tak hanya sukar diperoleh, harganya pun berubah-ubah setiap hari dan kerap gagal didapat meskipun sebelumnya sudah ada kesepakatan harga.

Baca: Mabes Polri Ungkap Permainan dan Patgulipat Impor Garam yang Rugikan Negara Miliaran

"Pernah kami sudah sepakat pembelian ratusan ton garam untuk pengiriman esok paginya. Tapi ketika hari yang dijanjikan tiba, tidak ada kiriman datang," jelasnya.

Oleh karena itu, sejak sebelum Ramadan, PT SS hanya mengandalkan stok gudang yang ada.

Dengan mempekerjakan 60-an pekerja PT SS punya omzet sekitar 12 ton garam beryodium per hari, dalam bentuk briket dan tabur (untuk garam meja).

Tapi stok gudang PT SS ada batasnya. Setelah selama lebih dari sebulan kesulitan suplai dari mana pun, hari ini PT SS hari Sabtu ini tinggal memilik 5 ton bahan baku.

Baca: 4 Penari Striptis ini Ditangkap Saat Bergoyang Ditengah Guyuran Hujan Rp 10 Jutaan

"Itulah yang tersisa dari gudang kami, dan kami semuanya kami giling hari ini. Sehingga untuk besok dan setelahnya, kami belum tahu bisa berproduksi atau berhenti sementara," kata Aisyiah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved