DKPP Madiun Intensifkan Pemeriksaan Postmortem Sapi Kurban, Antisipasi Cacing Hati saat Idul Adha

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan ketat terhadap organ dalam hewan kurban selama Idul Adha 2026

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
JEROAN - Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memeriksa kesehatan hewan kurban di TPH (Tempat Pemotongan Hewan) di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (27/5/2026). Petugas melakukan pemeriksaan organ dalam atau jeroan sapi seperti limpa, paru-paru, hingga hati untuk mengantisipasi cacing hati dan penyakit berbahaya lainnya. 

Ringkasan Berita:
  • DKPP Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban di sejumlah titik penyembelihan. 
  • Organ dalam sapi seperti hati, paru-paru, dan jantung diperiksa untuk mendeteksi cacing hati dan penyakit lainnya. 
  • Dari 16 sapi yang diperiksa di Desa Sidorejo, petugas memastikan belum ditemukan kasus cacing hati.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan ketat terhadap organ dalam hewan kurban selama Idul Adha 2026. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan postmortem di sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban dalam momentum Hari Raya Idul Adha 2026.

Salah satu TPH (Tempat Pemotongan Hewan) yang didatangi adalah di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Rabu (27/5/2026).

Petugas melakukan pemeriksaan dan pengawasan ketat organ dalam sapi seperti limpa, paru-paru, hingga hati untuk mengantisipasi cacing hati dan penyakit berbahaya lainnya.

Pemeriksaan dilakukan langsung setelah hewan disembelih.

Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Idul Adha 2026 di Madiun Aman & Sehat, 50 Tenaga Medis Disiagakan 24 Jam

Belum Ditemukan Kasus Cacing Hati

Petugas DKPP Kabupaten Madiun, drh Denny Irawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan hewan kurban tersebut sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.

"Yang kami periksa itu organ dalam seperti jantung, hati, dan paru-paru. Kalau ada perubahan, terutama di hati, langsung kami (nyatakan) afkir," ujar Denny, Rabu (27/5/2026).

Meski begitu, hingga pemeriksaan di titik penyembelihan Desa Sidorejo dilakukan, DKPP memastikan belum menemukan adanya kasus cacing hati pada hewan kurban.

"Dari 16 ekor yang kami periksa pagi ini, Alhamdulillah belum ditemukan cacing hati ataupun perubahan organ lainnya," imbuhnya.

Baca juga: Sapi Kurban Ngamuk dan Terobos Warung Kopi saat Sopir Pick Up Istirahat, Pengunjung Lari Ketakutan

DKPP Terjunkan Tim ke Seluruh Kecamatan

DKPP juga menerjunkan petugas medis dan paramedis ke seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun terutama di lokasi penyembelihan dengan jumlah hewan kurban tinggi.

Jika ditemukan organ yang terinfeksi, petugas menyarankan bagian jeroan langsung dibuang dan tidak dikonsumsi. Namun, daging sapi tetap dinyatakan aman selama tidak mengalami gangguan kesehatan.

Ia menjelaskan, ciri hati sapi yang sehat biasanya berwarna cerah dengan permukaan halus dan tepian runcing. Sementara hati yang terindikasi cacing hati umumnya mengalami pembengkakan, berwarna pucat, hingga mengeluarkan cairan kuning saat disayat.

"Kalau ada cacing hati biasanya pinggir hati tumpul, ada nodul seperti keju, lalu keluar cairan kuning dan terlihat cacing kecil seperti daun," katanya.

Sementara itu, jagal sapi di lokasi penyembelihan, Samirin, mengatakan pada hari pertama Idul Adha pihaknya menyembelih 16 ekor sapi. Total hewan kurban yang diproses di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 40 ekor selama tiga hari.

"Yang menyembelih di sini kebanyakan warga sekitar Madiun. Mereka memilih di sini karena tidak punya tempat penyembelihan sendiri," kata Samirin.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved