Waspada Cuaca Ekstrem, 5 Kecamatan di Sampang Berstatus Rawan Longsor
BPBD Sampang, Madura meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir rob dan longsor di sejumlah wilayah.
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- BPBD Sampang meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir rob dan longsor, seiring peringatan pasang maksimum air laut oleh BMKG pada 2–9 Desember 2025.
- Tiga kecamatan masuk status siaga banjir: Sampang, Jrengik, dan Tambelangan.
- Lima kecamatan rawan longsor: Jrengik, Tambelangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir rob dan longsor di sejumlah wilayah.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul informasi BMKG mengenai pasang maksimum air laut pada 2–9 Desember 2025.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan fenomena pasang air laut yang bersamaan dengan intensitas hujan tinggi dapat memperbesar ancaman bencana, terutama bagi warga pesisir.
"Warga perlu lebih siaga. Pindahkan barang-barang berharga ke tempat aman dan perhatikan kondisi lingkungan sekitar," ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Menurut pemetaan BPBD, terdapat tiga kecamatan yang setiap tahun menjadi titik langganan banjir dan kini masuk dalam status siaga, yaitu Kecamatan Sampang, Jrengik, Tambelangan.
"Wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus utama kami karena secara historis paling sering terdampak," ungkapnya.
Selain banjir, BPBD turut menyoroti ancaman longsor di daerah perbukitan. Kecamatan yang masuk kawasan rawan longsor meliputi, Jrengik, Tambelangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal.
Baca juga: 40 Kelurahan di Kota Malang Masuk Kategori Rawan Bencana Hingga Akhir Tahun, Warga Diimbau Waspada
"Sejauh ini kami melakukan pemeriksaan lapangan secara berkala untuk mengamati kondisi material tanah yang labil serta potensi longsor," terangnya.
Hozin memastikan seluruh personel BPBD Sampang berada dalam status siaga selama musim hujan.
Kesiapan tersebut mencakup proses evakuasi cepat, penyediaan logistik, hingga bantuan darurat.
"Kami siap bergerak kapan saja, termasuk menyalurkan terpal dan bahan penahan tanah untuk mengurangi risiko longsor lanjutan," tegasnya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda bahaya.
"Dengan kesiagaan bersama, risiko bencana dapat ditekan sepanjang periode cuaca ekstrem berlangsung," pungkasnya.
| Harga BBM Pertamax Naik, Pengguna Pertalite di Malang Mulai Waswas, "Kalau Ikut Naik, Berat Juga” |
|
|---|
| Usul Pegawai SPPG Cicil Motor Listrik yang Telanjur Dirakit, Kepala KSP: Gajinya Lumayan Rp6 Jutaan |
|
|---|
| Kurir Paket Tekor Isi Pertamax Rp20 Ribu Kini Tak Cukup, Bawa Bekal untuk Ngirit: Empet-empetan |
|
|---|
| Sudewo Bupati Pati Nonaktif Pucat sampai Hipertensi saat Kali Pertama Masuk Rutan |
|
|---|
| Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter, Purbaya Bahas Efek ke Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Cuaca-Ekstrem-Mengintai-Lima-Kecamatan-di-Sampang-Masuk-Rawan-Longsor.jpg)