Terapkan Presensi Barcode untuk Relawan, SPPG Desa Talango Cegah Praktik Titip Absen

Penerapan barcode juga diharapkan mengurangi praktik titip absen yang sebelumnya kerap terjadi di kalangan relawan.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Ali Hafidz Syahbana
ABSEN - Kepala Dapur SPPG Desa Talango, Aditya Prasetyo, bersama Asisten Lapangan (Aslap) saat proses absensi digital atau barcode bagi setiap relawan, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • SPPG Desa Talango menerapkan sistem absensi berbasis barcode atau QR code.
  • Inisiatif ini digagas sebagai langkah mencegah manipulasi kehadiran relawan yang selama ini kerap terjadi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Upaya meningkatkan kedisiplinan jam kerja diterapkan bagi relawan di SPPG Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.

Salah satunya dengan menerapkan sistem absensi berbasis barcode atau QR code.

Baca juga: Red Panda dari Jepang Segera Hadir di KBS Surabaya, Tindak Lanjut Breeding Loan Satwa Komodo

Inisiatif ini digagas langsung oleh Kepala Dapur SPPG Desa Talango, Aditya Prasetyo, sebagai langkah mencegah manipulasi kehadiran relawan yang selama ini kerap terjadi.

"Tujuan kami untuk mengurangi manipulasi absensi relawan," kata Aditya saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (29/4/2026).

"Karena itu dapur berinisiatif membuat barcode untuk masing-masing relawan," imbuhnya.

Menurutnya, sistem barcode dinilai lebih akurat dibanding metode absensi manual.

Selain meminimalisir kesalahan pencatatan, data kehadiran juga dapat langsung masuk ke sistem secara real time.

"Dengan sistem ini akurasinya tinggi, human error bisa ditekan. Proses scan cepat dan datanya langsung tercatat," ucapnya.

Ia menambahkan, penerapan barcode juga mampu mengurangi praktik titip absen yang sebelumnya kerap terjadi di kalangan relawan.

"Selama ini kadang ada yang titip absen. Dengan barcode, hal itu tidak bisa lagi dilakukan," jelasnya.

Tak hanya itu, sistem ini juga memungkinkan pengelola memantau kedisiplinan relawan secara detail, mulai dari waktu datang hingga pulang.

"Nanti bisa ketahuan siapa yang datang terlambat dan siapa yang pulang lebih dulu. Karena ke depan akan ada sistem reward dan punishment," tegasnya.

SPPG Desa Talango sendiri berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya yang bergerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Dengan inovasi tersebut, diharapkan kinerja relawan semakin optimal dan pelayanan kedepan bisa berjalan lebih baik serta profesional," harapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved