Tangani Penyakit Layu hingga Hama, Puluhan Petani Tembakau Malang Dapat Pelatihan dari DTPHP

DTPHP Kabupaten Malang melaksanakan pelatihan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tembakau di Kecamatan Gondanglegi

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Lu'lu'ul Isnainiyah
SEKOLAH LAPANG: Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna M. Saniputera melakukan monitoring dan evaluasi ke lahan tembakau bersama dengan Kelompok Tani Sri Rejeki 1 di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi tembakau. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang melaksanakan pelatihan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tembakau di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (3/9/2025).

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna M. Saniputera melakukan monitoring dan evaluasi ke lahan tembakau bersama dengan Kelompok Tani Sri Rejeki 1 di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

"Hari ini kami bersama petani melakukan sekolah lapang dalam rangka pengendalian hama terpadu dengan tujuan hasil produksi tembakau bisa di atas 1 ton/hektare," kata Avicenna.

Ia menjelaskan mekanisme sekolah lapang terpadu yakni memberikan pelatihan untuk mendeteksi virus maupun orgasnisme pengganggu tanaman (OPT) pada tumbuhan tembakau. Mulai dari pengamatan, penanggulangan, serta pengendalian hama.

Sejauh ini permasalahan terkait hama yang menyerang tanaman milik warga Desa Sukorejo di antaranya ulat, belalang, serta penyakit layu fusarium. Jika permasalahan ini tidak segera ditangani, akan berakibat pada hasil produksi yang kurang maksimal.

"Jadi nanti ada solusinya dengan pemecahan permasalahan, diskusi untuk pengendaliannya seperti apa. Karena tembakau ini tanaman yang perlu dimomong dengan teliti, jadi sedikit aja kena virus sudah gampang layu jadi berpengaruh ke produksi," jelasnya.

Kegiatan sekolah pengendalian hama ini diikuti oleh 32 petani dari Desa Sukorejo. Mereka akan didampingi oleh 3 penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang akan melatih dalam 10 kali pertemuan. 

Baca juga: Cuaca Tak Menentu dan Serangan Hama Bikin Biaya Produksi Petani Tembakau Sampang Membengkak

Dengan memberikan edukasi menganai penanganan hama tembakau, Avicenna berharap mereka bisa menjadi dokter di lahannya sendiri maupun lahan milik petani lainnya.

"Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendukung kesejahteraan petani diversifikasi tanaman pangan dan hortikultura," tutupnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Malang Kholida Masruroh menambahkan bahwa luas lahan tanaman tembakau di Kecamatan Gondanglegi seluas 2 hektar varietas kasturi dengan produksi 1 ton rajangan kering atau 10 ton daun basah.

"Selain melakukan pelatihan sekolah lapang, kami juga akan menyalurkan bentuan berupa 1 unti alat perajang, 100 buah para-para, kemudian membangun jalan produksi dan diversifikasi tana,an tembakau deng jagung seluas 2 hektar," imbuhnya.

Kegiatan ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang mana DPTHP Kabuupaten Malang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 19 Miliar. Anggaran tersebut di antaranya dialokasikan untuk kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tembakau di Desa Sukorejo,

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved