Penyebab Hujan Es dan Cuaca Panas Berlebihan Melanda Mojokerto Raya

Wilayah Mojokerto Raya masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hujan es dan angin kencang. BMKG jelaskan penyebab hujan es dan cuaca panas berlebihan.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
KOMPAS/AGUS SUSANTO
HUJAN (Arsip) - Hujan mengguyur di perempatan Pangkalan Jati, Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (23/12/2019). Wilayah Mojokerto Raya masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hujan es disertai angin kencang. 

Poin Penting:

  • Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Mojokerto Raya.
  • Penyebab hujan es yang melanda sejumlah wilayah Mojokerto Raya pekan lalu, dipicu dari terbentuknya awan Cumulonimbus yang tumbuh sangat tinggi. 
  • Pasca bencana hujan es dan angin kencang, wilayah Mojokerto Raya dilanda cuaca panas dengan suhu berlebihan berkisar antara 35-37 derajat celsius.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wilayah Mojokerto Raya masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hujan es disertai angin kencang.

Warga patut waspada, dampak bencana angin kencang merusak puluhan rumah di Kecamatan Sooko, Gedeg dan paling parah adalah di Kecamatan Jetis, Mojokerto.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, Oky Sukma Hakim mengatakan, cuaca ekstrem hujan es bersamaan angin kencang masih berpotensi terjadi selama pergantian musim.

"Masih ada potensi selama masa pancaroba," kata Oky Sukma saat dikonfirmasi melalui seluler, Selasa (14/10/2025).

Ia memaparkan, penyebab hujan es yang melanda sejumlah wilayah Mojokerto Raya pekan lalu, dipicu dari terbentuknya awan Cumulonimbus yang tumbuh sangat tinggi. 

Dalam awan Cumulonimbus terdapat sirkulasi aliran udara naik (updraft) dan turun (downdraft).

"Ketika awan Cumulonimbus tumbuh tinggi, maka aliran udara tersebut juga semakin kuat. Saat downdraft keluar dari dasar awan Cumulonimbus, maka berembuslah angin sangat kencang seperti menghantam permukaan tanah (istilahnya downburst)," ungkap Oky Sukma Hakim.

"Kristal-kristal es yang terbentuk di dalam awan Cumulonimbus ini ikut terbawa downburst, sehingga terjadi hujan es," imbuh Oky.

Baca juga: Hujan Es Disertai Angin Kencang Melanda Blitar, Pohon Tumbang hingga Belasan Rumah Warga Rusak

Cuaca Panas Berlebihan di Mojokerto Raya

Pasca bencana hujan es dan angin kencang, wilayah Mojokerto Raya dilanda cuaca panas dengan suhu berlebihan berkisar antara 35-37 derajat celsius.

Penjelasan BMKG Juanda, cuaca panas berlebihan ini lantaran Mojokerto mengalami kulminasi utama.

RUMAH RUSAK - Rumah warga hancur usai diterpa hujan es dan angin kencang di Desa Penompo, Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Wilayah Mojokerto Raya masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hujan es disertai angin kencang, Selasa (14/10/2025).
RUMAH RUSAK - Rumah warga hancur usai diterpa hujan es dan angin kencang di Desa Penompo, Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Wilayah Mojokerto Raya masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hujan es disertai angin kencang, Selasa (14/10/2025). (Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni)

Oky menjelaskan, fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. 

"Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang,' karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," pungkas Oky.

Sejumlah wilayah Mojokerto berpotensi cerah berawan dan berpotensi hujan lokal hingga sepekan ke depan, pada Kamis (23/10/2025).

Berpotensi hujan meliputi wilayah Kecamatan Dawarblandong, Gedeg, Jetis, Jatirejo, Puri, Sooko, Trowulan, Gondang, dan Ngoro.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rinaldi Rizal Sabirin mengungkapkan, pihaknya mengimbau masyarakat Mojokerto waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana menyusul cuaca ekstrem pergantian musim.

"Inti dari penanganan bencana adalah sinergitas dan kesiapsiagaan, dengan bencana yang setiap tahun terjadi masyarakat meningkat pengetahuannya," tukasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved