Breaking News

Berita Viral

Menteri Bahlil Pernah Busung Lapar, Tetap Dukung Penuh dan Sebut MBG Program Mulia

Menteri Bahlil belakangan mengungkapkan pengalaman hidup susah ketika menjadi mahasiswa, ternyata sebelumnya pernah busung lapar.

Editor: Ignatia Andra
Tribunnews.com
BAHLIL UNGKAP MASA KECIL - Potret Bahlil ditemui beberapa waktu lalu. Menteri Bahlil tampak mengungkapkan dukungan penuh terhadap program MBG. 

TRIBUNJATIM.COM - Pernah busung lapar, ternyata pengalaman yang tak terlupakan bagi menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengungkapkan pengalamannya hidup susah saat masih berstatus mahasiswa.

Tak seperti saat ini, Bahlil rupanya kerap merasakan kesulitan dalam makan karena kekurangan biaya.

Dulunya hidup miskin dan susah, Bahlil mengungkap adanya program Makan Bergizi Gratis sebagai program yang sangat mulia.

Terlebih saat ini MBG sedang disoroti karena berbagai polemiknya.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal kebijakan dan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi salah satu agenda nasional.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam acara tasyakuran HUT ke-61 Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (20/10/2025), seperti dikutip TribunJatim.com via Wartakotalive.com, Kamis (23/10/2025).

Dalam sambutannya, Bahlil menyebut program MBG sebagai langkah mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama di kalangan pelajar.

“Kita juga konsisten untuk mengawal berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Makanan bergizi ini adalah sebuah program yang mulia. Kebetulan saya pernah dulu merasakan waktu proses sekolah tidak terlalu mendapatkan makanan yang bergizi,” ujar Bahlil disambut tepuk tangan para kader.

Bahlil kemudian mengenang masa-masa sulitnya semasa kuliah.

Baca juga: Cicipi Ayam Barica Hotel Santika Surabaya, Padukan Rasa Gurih Manis dan Pedas Rica-rica Khas Manado

Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengalami kekurangan gizi hingga nyaris menderita busung lapar.

Pengalaman pribadi itu, kata Bahlil, membuatnya memahami pentingnya asupan gizi yang cukup bagi anak-anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi cerdas dan sehat.

“Satu waktu kuliah pernah busung lapar. Nah, dengan program MBG ini menurut saya merupakan program yang mulia dan mampu meningkatkan gizi serta kecerdasan bagi anak-anak kita ke depan,” ucapnya.

Selain mendukung program MBG, Bahlil juga menegaskan komitmen Golkar untuk ikut mengawal program Koperasi Merah Putih, ketahanan energi nasional, serta upaya menuju swasembada pangan.

MEME - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditemui usai acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia mengaku tak tahu sejumlah kader melaporkan pembuat meme dirinya ke polisi.
MEME - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditemui usai acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia mengaku tak tahu sejumlah kader melaporkan pembuat meme dirinya ke polisi. (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

 Ia menilai seluruh program tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Kemudian adalah Koperasi Merah Putih, ketahanan energi, swasembada pangan, sekolah rakyat. Ini bagian yang juga harus didorong, disosialisasikan, dan disukseskan sebagai program prioritas Bapak Presiden,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar akan tetap solid mendukung pemerintahan yang sah, sekaligus memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, Golkar bukan hanya partai politik yang menjadi pilar pemerintahan, tetapi juga motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.

“Golkar akan terus menjadi partai yang hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar mendukung dari belakang, tapi ikut memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Acara tasyakuran HUT ke-61 Partai Golkar dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, kader senior, serta perwakilan sayap partai.

Suasana acara berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan, menandai semangat Golkar untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pemerintahan dan pembangunan nasional.

Menteri Bahlil memang dikenal sebagai orang sederhana sebelum terjun ke dunia politik.

Dikutip TribunJatim.com dari berbagai sumber, sejak masa sekolah dasar, Bahlil sudah tumbuh dalam kondisi yang menuntut kemandirian. 

Dia menjalani SD di SD Negeri 1 Seram Timur, kemudian SMP di SMP Negeri 1 Seram Timur, Maluku. 

Saat remaja, kala SMA ia belajar di SMEA/YAPIS Fakfak, Papua Barat. 

Karena latar ekonomi keluarga yang terbatas, Bahlil sejak kecil sudah ikut membantu secara ekonomi.

Baca juga: Kisah Sukses Triani, Lulusan ITB yang Jualan Tas hingga Tembus Pasar Meksiko, 6 Kali Gagal Berbisnis

Ketika SD ia berjualan kue, saat SMP menjadi kondektur angkot, di SMA bahkan menjadi sopir angkot atau pekerja paruh waktu lainnya di terminal.

Ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) yang kini menjadi STIE Port Numbay di Jayapura.

Bahlil juga tercatat mengambil magister dan aktif di organisasi mahasiswa.

Dalam organisasi kampus, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menduduki posisi Bendahara Umum PB HMI. 

Nilai–nilai yang ditanamkan orang tuanya seperti kejujuran, kemandirian, kerja keras, ternyata menjadi landasan kuat bagi perjalanan hidupnya.

MARAH - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2025). Bahlil murka marahi dirjen hingga Dirut PLN.
MARAH - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2025). Bahlil murka marahi dirjen hingga Dirut PLN. (Tangkapan layar TV Parlemen DPR RI)

Karena berasal dari latar keluarga sederhana, Bahlil menghadapi banyak keterbatasan.

Namun ia merubahnya menjadi pengalaman pembelajaran.

Ia sendiri menceritakan bagaimana sejak kecil sudah harus bekerja untuk membiayai sekolah dan hidup sehari-hari.

Setelah lulus kuliah, ia mulai berwirausaha dan terjun di dunia bisnis, mendirikan usaha bersama teman organisasi, dan kemudian tumbuh ke posisi pengusaha nasional.

Pengalaman sebagai pekerja kecil (penjual kue, sopir angkot, kuli) serta aktivitas organisasi mahasiswa selama masa kuliah memberikan modal sosial dan mental untuk naik ke jenjang yang lebih luas.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved