Berita Viral

Isi Chat Guru SMP ke Murid yang Bernada Genit, Sempat Ajak Siswinya

Oknum guru SMP di Kabupaten Blora itu diduga melakukan percakapan genit atau kurang layak melalui pesan singkat kepada siswinya.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim
CHAT - Ilustrasi ponsel. Isi chat guru SMP ke muridnya yang bernada genit, Kamis (9/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Oknum guru SMP chat genit muridnya.
  2. Kabupaten Blora, kasus bermula di lingkungan sekolah dan ruang OSIS.
  3. Chat genit viral, tim investigasi dibentuk, dugaan pelanggaran etik diselidiki.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kelukuan oknum guru SMP terhadap muridnya.

Isi dari chat guru SMP ke muridnya it juga dibongkar.

Oknum guru SMP di Kabupaten Blora itu diduga melakukan percakapan genit atau kurang layak melalui pesan singkat kepada siswinya.

Hingga akhirnya chat genit itu menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Cara Warsidam Luapkan Cemburu ke Perangkat Desa yang Sering Chat Istrinya

Pasca viral, Pemkab Blora melalui Dinas Pendidikan (Disdik) pun bergerak cepat.

Termasuk pula DPRD Kabupaten Blora.

Tim investigasi lintas sektoral pun telah dibentuk untuk dapat memperoleh duduk perkara secara menyeluruh, sebelum memutuskan apakah guru tersebut bersalah atau tidak.

DPRD Kabupaten Blora merespons viralnya tangkapan layar pesan singkat (chat) tidak layak yang dilakukan seorang oknum guru terhadap siswinya.

DPRD memanggil beberapa OPD dan resmi membentuk tim investigasi lintas sektoral pada Kamis (9/4/2026).

Rapat dengar pendapat yang dipimpin Komisi D DPRD Kabupaten Blora ini mengungkap bahwa percakapan bermasalah itu sudah berlangsung sejak November 2025.

Pihak sekolah mengklaim komunikasi bermula saat oknum guru yang menjabat Wakil Kepala Sekolah mendapati siswi tersebut sedang melamun.

"Wakasek Kesiswaan tersebut menurut versi dari sekolah ingin tahu masalahnya apa."

"Kemudian dibawalah ke ruang OSIS. Ditanyakan di situ permasalahan-permasalahan yang dialami siswi tersebut," ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo.

DPRD pun menyoroti prosedur penanganan masalah siswa yang dilakukan oknum guru tersebut.

Saat menginterogasi siswi di ruang OSIS, oknum guru tersebut justru tidak melibatkan guru BK perempuan, yang seharusnya mendampingi jika menyangkut masalah pribadi siswi.

"Apakah guru BK juga terlibat saat pemanggilan siswa itu, ternyata saat itu belum."

"Hanya setelah selesai masalah itu baru dilaporkan ke guru BK," terang Achlif.

Mengenai viralnya chat tersebut, informasi yang diterima DPRD menyebutkan bahwa tangkapan layar tersebar dari grup kecil antar siswa.

Di sana, para siswa saling bertanya mengenai alasan rekan mereka dipanggil ke ruang guru, hingga akhirnya bukti pesan pada November 2025 yang belum terhapus mencuat ke publik.

Meski pihak sekolah dan Disdik sempat melakukan pertemuan dengan orang tua siswi, DPRD menilai penyelesaian tersebut belum menyeluruh.

Oleh karena itu, tim investigasi lintas OPD (Dindik, Dinsos P3A, dan BKPSDM) diminta bergerak cepat dalam waktu sepekan.

"Kami meminta tim investigasi melibatkan psikolog atau psikiater untuk mendampingi siswinya. Kami ingin trust atau kepercayaan orang tua siswi kembali lagi," ujar politikus PPP tersebut.

DPRD menegaskan tidak akan menoleransi jika ditemukan bukti kuat adanya pelanggaran kode etik guru.

Tim investigasi dipastikan akan memberikan sanksi atau punishment yang jelas kepada oknum yang bersangkutan guna memperbaiki layanan pendidikan di Kabupaten Blora.

Isi percakapan dan tindakan pelaku

Kasus tersebut melibatkan seorang oknum guru SMP Negeri di Kecamatan Randublatung. Dalam tangkap layar percakapan via WhatsApp, itu dilakukan sejak November 2025.

Dalam percakapan yang viral, guru tersebut disebut beberapa kali mengajak siswi bertemu secara pribadi tanpa memperbolehkan kehadiran teman.

Bahkan, guru kerap beberapa kali mengomentari story WhatsApp dari sang murid, dengan nada pujian, seperti 'cantiknya pooolll' dan 'kalau malam tidurnya jam berapa'.

Bahkan, oknum guru tersebut dalam sebuah percakapan tangkapan layar juga sempat mengajak siswi tersebut ke ruang OSIS berdua.

Tindakan Disdik

Terpisah, Kepala Disdik Kabupaten Blora, Sunaryo, mengatakan tim investigasi dibentuk untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh berdasarkan keterangan semua pihak.

"Intinya kami mau cari konstruksi kasusnya yang sebenarnya seperti apa. Jadi bukan versi siapa, kali ini yang muncul versi siapa."

"Jadi kami ingin melihat konstruksi kasusnya seperti apa dan melibatkan orang tua."

"Orang tua kami undang, termasuk siswi bersangkutan. Guru yang dianggap sebagai pelaku dan komite juga kami undang untuk investigasi," kata dia.

Pihaknya berharap persoalan ini bisa tuntas dan menjadi pembelajaran bersama.

Dia menilai chat yang dilakukan oleh oknum guru tersebut dengan siswinya itu memang tidak wajar.

"Nah kalau chat itu kalau kami baca tekstual memang tidak lumrah. Tapi dia ada proses penyelidikan ke anak, mungkin anak punya kasus tertentu, misalnya sering melamun di ruang kelas atau lain-lain, kami belum tahu," terang dia.

"Tapi intinya kami akan investigasi menyeluruh," imbuh dia.

Hingga saat ini, oknum guru tersebut masih mengajar dan Disdik belum memberikan sanksi apa pun kepada yang bersangkutan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved