Cara Hemat Gas yang Benar saat Harga LPG Naik, Api Bagus Warnanya Biru

Kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap menjadi salah satu penyebab utama pemborosan gas.

Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
CARA HEMAT GAS LPG - Stok tabung LPG nonsubsidi di Pangkalan milik Benny Siswoyo di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/4/2026). Kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap menjadi salah satu penyebab utama pemborosan gas. 
Ringkasan Berita:
  • Harga LPG mengalami kenaikan per 18 April 2026 untuk nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
  • Kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap menjadi salah satu penyebab utama pemborosan gas.
  • Minyak atau air yang jika dibiarkan dan tidak dibersihkan, akan menghambat aliran gas sehingga penggunaan elpiji cenderung menjadi boros.

 

TRIBUNJATIM.COM - Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) mengalami kenaikan per 18 April 2026 untuk nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram (kg).

Pemicu kenaikan harga LPG ialah adanya konflik Timur Tengah yang menyebabkan munculnya ancaman krisis energi global termasuk elpiji dan bahan bakar minyak (BBM).

Elpiji merupakan salah satu energi yang banyak digunakan, dari kebutuhan besar hingga kecil seperti rumah tangga.

Elpiji digunakan oleh rumah tangga untuk memasak hidangan atau makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Lantas bagaimana cara menghemat gas elipiji di tengah harga yang naik tinggi saat ini?

Baca juga: Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Terbaru di Tiap Provinsi, Apa Penyebab Kenaikannya?

Tips Praktis Hemat LPG ala Chef

Technical Chef produsen tepung beras, Chef Igun Gunawan memberikan tips praktis untuk menghemat penggunaan LPG atau bahan bakar gas rumah tangga.

Chef Gun menilai, tindakan antisipatif terhadap ancaman krisis energi tidak melulu berupa langkah besar.

Menurutnya, peran masyarakat bisa dimulai dengan upaya sederhana, tapi penuh kesadaran dengan menerapkan pola hemat energi seperti elpiji.

"Banyak orang berpikir krisis energi itu urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya kontribusi besar. Cara kita memasak setiap hari itu menentukan,” kata Chef Gun, dikutip dari Kompas.com pada Selasa (21/4/2026).

Baca juga: 30 Tahun Pakai LPG Nonsubsidi, Warga Kesulitan Harga Naik Barengan BBM, Pengeluaran Membengkak

Cara Menghemat Gas

Lebih jauh, Chef Gun menyebutkan pola memasak masyarakat Indonesia cenderung masih belum efisien.

Tanpa disadari, kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap menjadi salah satu penyebab utama pemborosan gas.

"Tanpa sadar, kita sering buang gas hanya karena tidak siap. Kompor sudah menyala, tapi masih sibuk potong bahan. Ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” tutur Chef Gun.

Ia menekankan efisiensi penggunaan gas untuk memasak tidak hanya soal waktu, tetapi juga teknik.

Contohnya seperti persiapan awal terhadap bahan makanan seperti merendam dapat mempercepat proses memasak sekaligus mengurangi konsumsi energi.

“Teknik sederhana seperti merendam bahan itu sebenarnya sudah lama dikenal, tapi sering diabaikan. Padahal, ini cara paling mudah untuk mempercepat masak tanpa harus menambah waktu pemanasan,” papar Chef Gun.

Baca juga: Penjual Mie Ayam Keluhkan Kenaikan Harga LPG Non Subsidi Jadi Rp228.000, Pilih Kurangi Porsi

Perhatikan Kompor dan Penggunaan Api

Chef Gun menyampaikan aspek teknis seperti kondisi kompor yang digunakan juga menjadi salah satu perhatian.

Menurutnya, banyak rumah tangga yang tidak menyadari kompor kotor atau tidak terawat bisa mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna.

Bagian kompor yang bisa menjadi lokasi menumpuknya kotoran atau tumpahan kuah masakan adalah tungku pembakaran atau burner.

Minyak atau air yang jika dibiarkan dan tidak dibersihkan, akan menghambat aliran gas sehingga penggunaan elpiji cenderung menjadi boros.

“Api yang bagus itu biru. Kalau sudah kuning, berarti ada yang tidak beres. Itu tandanya gas tidak terbakar optimal, dan kita sebenarnya sedang membuang energi,” ujar Chef Gun.

Kemudian, dia juga menyoroti pentingnya pemahaman dasar dalam memasak, termasuk penggunaan api dan alat masak.

Ia menilai masih banyak anggapan penggunaan api besar dapat mempercepat proses memasak yang dilakukan.

Padahal, anggapan tersebut keliru.

“Ini mindset yang harus diluruskan. Api besar justru sering membuat panas tidak merata dan terbuang. Api sedang itu lebih stabil, lebih efisien, dan hasil masakan juga lebih baik,” ucap Chef Gun.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved