Berita Viral
Kemenag Angkat Bicara dan Bantah Isu Menteri Agama Melarang Warga Menyembelih Hewan Kurban
Potongan video dikemas dengan judul “Lebaran Kurban, Gak Boleh Nyembelih Hewan, Suruh Ganti Uang” sehingga memicu kesalahpahaman
Ringkasan Berita:
- Kemenag membantah isu bahwa Menteri Agama melarang penyembelihan hewan kurban.
- Video viral disebut dipotong sehingga menimbulkan disinformasi dan salah paham.
- Menag hanya menyampaikan gagasan pengelolaan kurban yang lebih tertata melalui lembaga profesional seperti Baznas.
TRIBUNJATIM.COM - Kementerian Agama (Kemenag) kini angkat bicara dan membantah soal isu Menteri Agama melarang penyembelihan hewan kurban.
Hal ini dilakukan karena sebelumnya viral potongan video yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban.
Pada video yang sama, Nasaruddin Umar meminta agar mengganti dengan uang.
Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Jatim Jamin Kesehatan Hewan Kurban Bebas dari PMK
"Tidak ada pernyataan Menag yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban. Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa," kata Thobib dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Potongan video dengan framing yang mengarah pada disinformasi itu diambil dari pernyataan Menag pada Puncak Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 2 April 2026.
Potongan video tersebut dikemas dengan judul “Lebaran Kurban, Gak Boleh Nyembelih Hewan, Suruh Ganti Uang” sehingga memicu kesalahpahaman dan disinformasi di tengah masyarakat.
Thobib menegaskan bahwa narasi yang berkembang telah keluar dari konteks pernyataan yang sebenarnya.
Menurut Thobib, Menag saat itu menyampaikan gagasan pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang lebih tertata agar memberi manfaat lebih luas bagi umat, bukan untuk mengganti atau menghapus praktik ibadahnya.
"Pernyataan Menag harus dipahami secara utuh, bahwa yang dibicarakan adalah gagasan awal pengelolaan agar lebih tertata dan memberi manfaat luas. Itu bukan berarti mengganti praktik ibadah yang sudah berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam gagasan tersebut, terdapat opsi kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban kepada lembaga profesional, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga resmi lainnya.
"Bagi masyarakat yang menginginkan kemudahan, dapat menyerahkan hewan kurban kepada lembaga profesional seperti Baznas atau memberikan dana senilai hewan kurban yang disediakan oleh Baznas," katanya.
Pengelolaan kurban oleh Baznas, lanjutnya, didukung fasilitas rumah potong hewan (RPH) yang profesional dan memenuhi standar.
Proses penyembelihan dilakukan secara higienis, sesuai syariat, serta memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Dengan demikian, kualitas daging lebih terjamin dan distribusinya tepat sasaran berdasarkan pendataan terintegrasi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Kepala Lapas Angkat Bicara soal Petugas Diduga Jual Sel Khusus Rp 100 Juta ke Tahanan Korupsi |
|
|---|
| Massa Aksi Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer, Soroti Yuridiksi Tidak Jelas |
|
|---|
| Kisah KH Maruf Amin Marah Besar saat Jokowi Memaksa Keluarkan Perpres Investasi Miras |
|
|---|
| Sosok Pino Bahari, Legenda Tinju Penyumbang Emas Asian Games yang Kini Sakit usai Kecelakaan di Bali |
|
|---|
| Sosok dan Rekam Jejak Arinal Djunaidi, Mantan Gubernur Lampung yang Pernah Viral Jalan Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Menteri-Agama-RI-Nasaruddin-Umar-mengatakan-menebarkan-energi-positif-bagian-dari-misi-suci-Ramadan.jpg)