Idul Adha 2026

Daftar 5 Amalan yang Bisa Dilakukan di Hari Arafah, Dianggap Hari Pengampunan Besar

Inilah daftar amalan yang bisa dilakukan di hari Arafah. Hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah, di tahun 2026 jatuh pada 26 Mei.

Tayang:
Editor: Ani Susanti
Pexels.com/Hafiz Humayun Khan
HARI ARAFAH - Hari Arafah memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Simak daftar amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Muslim. 
Ringkasan Berita:
  • Tentang hari Arafah, yang menjadi puncak dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yakni hari-hari yang memiliki kedudukan besar dalam kalender Islam
  • Keutamaan hari Arafah
  • Amalan yang dianjurkan untuk dilakukan

TRIBUNJATIM.COM - Inilah daftar amalan yang bisa dilakukan di hari Arafah.

Hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah.

Hari ini menjadi puncak dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yakni hari-hari yang memiliki kedudukan besar dalam kalender Islam.

Bagi jemaah haji, hari Arafah menjadi momen utama pelaksanaan wukuf di Padang Arafah sebagai rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan.

Sementara bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, hari Arafah dapat diisi dengan berbagai amalan, mulai dari puasa, doa, zikir, memohon ampunan, hingga berkurban.

Pada 2026, hari Arafah diperingati pada 26 Mei 2026.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini” (HR Ahmad).

Sebagaimana Lailatul Qadar menjadi puncak dari sepuluh malam terakhir Ramadhan, hari Arafah menjadi puncak dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Keutamaan Hari Arafah

Hari Arafah memiliki banyak keutamaan dalam Islam.

Allah SWT bersumpah tentang pentingnya hari ini dalam Al-Qur’an:

“Demi langit yang bertabur bintang. Dan demi hari yang dijanjikan. Dan demi seorang saksi dan yang disaksikan” (QS Al-Buruj: 1-3).

Terkait ayat tersebut, Nabi Muhammad SAW menjelaskan, “Hari yang dijanjikan adalah Hari Kiamat, hari yang disaksikan adalah hari Arafah, dan saksinya adalah hari Jumat. Matahari tidak terbit dan terbenam pada hari yang lebih mulia daripada hari Arafah” (HR Tirmidzi).

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari pengampunan besar.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada hari di mana Allah SWT membebaskan lebih banyak orang dari api neraka selain pada hari Arafah. Dia mendekat, lalu membanggakan mereka kepada para malaikat, seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR Muslim).

Baca juga: Bolehkah Kurban Idul Adha Pakai Uang? Simak Penjelasan Tentang Hukumnya

Keutamaan lainnya, hari Arafah menjadi hari ketika Allah menyempurnakan agama Islam.

Hal ini merujuk pada turunnya ayat:

“Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu dan telah melengkapi nikmat-Ku atasmu, dan Aku telah memilih Islam sebagai agamamu” (QS Al-Maidah: 3).

Dalam riwayat Bukhari, Umar bin Khattab RA pernah menjelaskan bahwa ayat tersebut turun ketika Nabi Muhammad SAW sedang berdiri di Arafah pada hari Jumat.

Apa yang dilakukan jemaah haji pada hari Arafah?

Pada 9 Dzulhijjah, jemaah haji bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Di Arafah, jemaah menggabungkan shalat Zuhur dan Asar, lalu memperbanyak doa, zikir, dan permohonan ampun kepada Allah SWT hingga matahari terbenam.

Wukuf di Arafah menjadi ritual terpenting dalam ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Haji adalah Arafah” (HR Nasa’i).

Tanpa wukuf di Arafah, ibadah haji tidak dianggap lengkap.

Baca juga: Tata Cara hingga Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2026

Dalam sejarah Arab pra-Islam, sebagian kelompok, termasuk Quraisy, tidak berangkat ke Arafah karena merasa sebagai penjaga Ka’bah dan umat pilihan Allah.

Namun, Nabi Muhammad SAW mengikuti perintah Allah dengan memerintahkan seluruh jemaah untuk menuju Arafah dan memohon ampun pada 9 Dzulhijjah.

Perintah ini menegaskan bahwa tidak ada kelompok yang lebih tinggi dari ritual haji tersebut.

Saat matahari terbenam, jemaah haji meninggalkan Arafah dan bergerak menuju Muzdalifah.

Di Muzdalifah, jemaah melaksanakan shalat Maghrib dan Isya, kemudian bermalam di bawah langit terbuka sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Amalan yang dianjurkan pada hari Arafah

Umat Islam yang tidak menunaikan haji tetap dapat meraih keberkahan hari Arafah dengan memperbanyak ibadah.

Beberapa amalan yang dianjurkan pada hari Arafah meliputi doa, puasa, istighfar, zikir, dan kurban.

1. Memperbanyak doa

Hari Arafah menjadi waktu utama untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang hari Arafah, “Pada hari ini, ada suatu saat di mana tidak ada seorang hamba mukmin yang memohon kebaikan kecuali Dia akan mengabulkannya, dan tidak ada seorang hamba pun yang memohon perlindungan dari kejahatan kecuali Dia akan melindunginya darinya” (HR Tirmidzi).

Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa pribadi, doa untuk keluarga, doa untuk umat Islam, serta doa kebaikan dunia dan akhirat.

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa pada hari Arafah menghapus dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang” (HR Muslim).

Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah sebagai salah satu ibadah yang sangat dianjurkan menjelang Idul Adha.

Sementara itu, jemaah haji yang sedang berada di Arafah umumnya tidak berpuasa agar tetap kuat berdoa, berzikir, dan mengikuti rangkaian ibadah haji.

3. Memohon ampunan

Hari Arafah juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Arafah disebut sebagai hari ketika rahmat Allah turun dan banyak hamba dibebaskan dari api neraka.

Sebuah hadis menyebutkan, “Setan tidak lebih hina, diusir, atau marah pada hari lain selain pada hari Arafah karena ia melihat turunnya rahmat dan ketidakpedulian Allah terhadap dosa-dosa besar, kecuali apa yang ia saksikan pada Hari Badar” (HR Malik).

Umat Islam dianjurkan merendahkan diri di hadapan Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

4. Berdzikir

Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih.

Bacaan tersebut antara lain La ilaha illallah, Allahu akbar, Alhamdulillah, dan Subhanallah.

Pada hari Arafah, jemaah haji juga memperbanyak talbiyah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Bacaan Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘azhim juga dapat diamalkan sebagai zikir yang memiliki keutamaan besar.

5. Berkurban

Umat Islam juga dianjurkan menunaikan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik.

Kurban menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana berbagi kepada sesama.

Abu Talhah RA meriwayatkan, “Nabi SAW berkurban untuk orang-orang di umatnya yang tidak mampu berkurban, siapa pun yang bersaksi tentang keesaan Allah dan kenabian-Nya” (HR Thabrani dan Ahmad).

Melalui kurban, umat Islam dapat menghidupkan sunnah Nabi sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan agar dapat menikmati daging pada hari raya.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved