Harkitnas 2026

Harkitnas 2026, Konsultan Pendidikan Pasuruan Soroti Tantangan Hoaks dan Kualitas SDM Generasi Muda

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menyiapkan generasi muda

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Konsultan Pendidikan Moh. Syukron Aby saat diwawancarai 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Aktivis dan Konsultan Pendidikan Moh. Syukron Aby mengatakan, tema Harkitnas tahun ini “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Menurutnya, ini relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Baca juga: Enam Air Terjun di Pasuruan dengan Pemandangan Asri, Cocok Jadi Destinasi Healing Akhir Pekan

Teknologi dan Kualitas SDM Jadi Medan Tempur Baru

“Sekarang tantangannya bukan lagi penjajahan fisik, tetapi persaingan teknologi, hoaks, ketimpangan sosial dan kualitas SDM,” katanya, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan bangsa.

Namun, mereka juga masih menghadapi persoalan seperti mahalnya pendidikan, terbatasnya lapangan kerja hingga tekanan sosial di media digital.

Karena itu, Syukron menegaskan generasi muda tidak cukup hanya dibebani harapan.

Ia menilai, generasi muda juga harus mendapat dukungan nyata melalui pendidikan baik dan kesempatan kerja yang memadai.

“Anak muda Indonesia punya potensi besar. Tinggal bagaimana diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Baca juga: Enam Air Terjun di Pasuruan dengan Pemandangan Asri, Cocok Jadi Destinasi Healing Akhir Pekan

Menurutnya, perbedaan suku, agama maupun pilihan politik tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.

“Persatuan tidak cukup hanya slogan. Harus ada saling menghargai, keadilan sosial dan ruang dialog yang sehat,” tegasnya.

Syukron berharap Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa hari ini bukan hanya soal nasionalisme.

“Semoga ini menjadi sebuah kemampuan beradaptasi dan bersaing tanpa kehilangan nilai kemanusiaan,” terangnya.

Kalau keberagaman bisa dijaga sebagai kekuatan bersama, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaya saing. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved