Tinggalkan Moncong Bulo, Valentino Ferdinand Nahkodai Great Grace Futsal Surabaya

Valentino Ferdinand sudah diperkenalkan sebagai nahkoda Great Grace Futsal Surabaya untuk mengarungi gelaran perdana Pro Futsal League (PFL) 2 2026

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Great Grace Futsal Surabaya
Valentino Ferdinand saat resmi ditunjuk menjadi pelatih Great Grace Futsal Surabaya untuk mengarungi gelaran perdana Pro Futsal League (PFL) 2 2026 yang akan bergulir April-Juni mendatang. 

 

Ringkasan Berita:
  • Valentino Ferdinand resmi menjadi pelatih Great Grace Futsal Surabaya untuk Pro Futsal League (PFL) 2 2026.
  • Ia meninggalkan posisi analis di Moncong Bulo meski merasa nyaman demi “pulang kampung”.
  • Komposisi tim didominasi pemain muda asal Surabaya dan Jawa Timur, termasuk lulusan akademi GGFS.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network. Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Valentino Ferdinand sudah diperkenalkan sebagai nahkoda Great Grace Futsal Surabaya untuk mengarungi gelaran perdana Pro Futsal League (PFL) 2 2026 yang akan bergulir April-Juni mendatang.

Banyak pertimbangan baginya untuk akhirnya "pulang kampung" meninggalkan posisi analis di Moncong Bulo, tim yang mentas di PFL 1.

"Memang salah satu keputusan berat, karena saya di Moncong Bulo sangat nyaman dan enjoy," kata Valentino Ferdinand pada surya.co.id, Selasa (17/3/2026).

Namun, begitu dapat panggilan dari Great Grace Futsal Surabaya (GGFS) tak ada kalimat "tidak" dalam benaknya.

Sebelum gabung Moncong Bulo dan berkarier sebagai pelatih futsal Kota Surabaya di Porprov Jatim, pelatih akrab disapa Tino itu memang menjadi bagian akademi Grace Futsal Surabaya.

Baca juga: Sejarah Baru Futsal Indonesia, Juara PFL Tampil di Intercontinental Futsal Cup 2026

Namun, kali ini coach Tino tidak hanya ingin kembali ke rumah yang telah membesarkannya. Tapi juga dalam misi mengangkat atlet Surabaya-Jatim untuk naik kelas.

Tujuan itu pula yang memantapkan langkahnya untuk mengisi kuota 18 pemain dengan mayoritas pemain asal Jatim.

"Hampir 50 persen lebih pemain dari akademi GGFS. Sisanya luar akademi, tapi semua masih pemain-pemain muda asal Surabaya dan sekitaran Jawa Timur," tegasnya.

Coach Tino tidak sedikitpun ragu dengan potensi skuad asuhannya meski mayoritas diisi pemain muda debutan di liga profesional.

Siap bersaing dengan tujuh kontestan lain di PFL 2. Yaitu Hampton FC Surabaya. Elano FC Tuban. Giga FC Lampung. Maestro Solo. Proton FC tim asal Kuningan, Jabar. Futsal Mbak Adjeng asal Lubuk Linggau. Dan Kuda Laut Nusantara Elite.

"Kami percaya potensi pemain binaan kami juga bisa berkembang untuk ke depannya," pungkas coach Tino

Baca juga: Hujan Gol di AFF Futsal Putri 2026, Indonesia Ditahan Malaysia dengan Skor 4-4

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved