Perang Iran vs Israel Amerika

Timnas Iran Mengundurkan Diri dari Piala Dunia 2026

Pengunduran diri Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 tak lepas dari memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/Instagram @teammellifootball
MUNDUR - Ilustrasi Timnas Iran. Timnas Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. 
Ringkasan Berita:
  1. Iran menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026 karena konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
  2. Menteri Olahraga Ahmad Donyamali menilai timnas Iran tidak mungkin bermain di AS.
  3. FIFA dan Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran tetap dipersilakan ikut turnamen.

 

TRIBUNJATIM.COM - Tim Nasional Iran kini mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026.

Padahal, Iran merupakan partisipan pertama yang memastikan diri lolos di gelaran sepak bola akbar tersebut.

Pengunduran diri ini tak lepas dari memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ada imbas yang juga kemungkinan bakal dialami oleh Timnas Iran.

Baca juga: Maju Kena Mundur Kena, Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Terancam Rugi Ratusan Miliar Rupiah

Pada Rabu (11/3/2026), Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali menekankan ketidakmungkinan bagi tim nasional putra untuk bermain di Amerika Serikat.

Iran sejatinya akan memulai langkah di Piala Dunia FIFA 2026 melawan Tim Nasional Selandia Baru (16/6), dan kemudian Tim Nasional Belgia (22/3) di venue yang sama, yakni SoFi Stadium, bagian barat kota Los Angeles, Amerika Serikat.

Empat hari kemudian, Iran akan menghadapi Tim Nasional Mesir di Seattle, Washington.

Alasan pengunduran diri Iran tak lepas dari ketegangan perang yang terjadi saat ini antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Karena pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tidak berniat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia (2026)," ucap Donyamali dikutip dari Goal Internasional.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei dinyatakan meninggal dunia pada 28 Februari lalu, dan kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei dalam pemerintahan saat ini.

"Dua perang telah menimpa kami dalam delapan atau sembilan bulan dan beberapa ribu warga negara kami telah tewas."

"Oleh karena itu, kami tidak memiliki peluang untuk berpartisipasi dengan cara ini," tegas Ahmad Donyamali.

Izin Donald Trump

Beberapa waktu sebelum Ahmad Donyamali mengeluarkan pernyataan, Presiden FIFA, Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah membuka diri untuk partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.

Laporan CBC News menyebutkan, pertemuan kedua presiden tersebut berlangsung di Gedung Putih di Ruang Oval pada Selasa (10/3) malam waktu setempat, ditemani oleh eksekutif FIFA, Andrew Giuliani.

Infantino kemudian menulis di media sosial: "Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya."

Dan dalam diskusi tersebut, Infantino menegaskan bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pernyataan Infantino ini merujuk kepada ungkapan Donald Trump di awal Maret lalu ketika semua wakil partisipan berkumpul di Atlanta dalam pertemuan perencanaan untuk para peserta Piala Dunia.

Iran adalah satu-satunya negara yang absen dalam acara tersebut.

Dan Donald Trump berkata, "Saya benar-benar tidak peduli," jika Iran berpartisipasi, dikutip dari Politico yang melakukan wawancara eksklusif.

"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," sambung Trump.

Badan pengatur sepak bola FIFA enggan berkomentar saat itu, hingga pernyataan Infantino keluar dan disambut dengan penolakan dari Menteri Olahraga Iran pekan ini.

Dunia olahraga juga terkena dampak besar dari kondisi saat ini, perang antara Iran dengan Amerika Serikat–Israel, di antaranya tur England Lions dan timnas wanita Inggris ke Uni Emirat Arab dibatalkan.

Serta kekhawatiran Formula One di Bahrain dan Arab Saudi pada April mendatang.

Kerugian Iran yang mengundurkan diri dari Piala Dunia

Jika Timnas Iran mundur juga akan mendapatkan denda.

Baca juga: Dampak Panjang Perang Iran vs Amerika-Israel, Ronaldo Terbang 7 Jam Tinggalkan Arab Saudi

Bila itu terjadi, Iran dikabarkan bakal mendapat kerugian besar.

Dilansir dari Winwin, Iran bisa kehilangan pemasukan hingga 10,5 juta dolar Amerika.

Jumlah tersebut mencapai Rp117 miliar jika dikonversi ke rupiah.

Angka ini merupakan akumulasi dari hadiah partisipasi Piala Dunia 2026.

"Penarikan diri Iran dari Piala Dunia akan merugikan negara itu setidaknya US$10,5 juta dalam bentuk hadiah uang."

"Termasuk US$9 juta yang dialokasikan untuk tim yang tersingkir dari babak penyisihan grup, ditambah US$1,5 juta untuk biaya persiapan," tulis Winwin.

Kerugian Iran tak sampai di situ.

Iran juga harus membayar denda bila memilih mengundurkan diri.

Denda tersebut bisa mencapai 600 ribu dolar lebih atau sekitar Rp10 miliar.

"Denda finansial sebesar US$321.000 juga dapat dikenakan jika sebuah tim mengundurkan diri lebih dari 30 hari sebelum dimulainya turnamen."

"Dan jumlah ini meningkat menjadi US$642.000 jika keputusan tersebut dibuat kurang dari 30 hari sebelum dimulainya turnamen," tulis Winwin.

Sementara itu, Timnas Iran berhasil mengamankan tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2026 setelah berhasil memuncaki Grup A di putaran ketiga.

Kala itu, Iran tercatat mengoleksi 23 poin dari 10 laga yang dijalani.

Timnas Iran sendiri bakal tergabung di Grup G Piala Dunia 2026.

Iran nantinya akan melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Sementara itu, belum lama ini dikabarkan bahwa Iran terancam tak akan tampil di Piala Dunia 2026.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj bahkan dengan terang-terangan menyebut pihaknya memiliki peluang kecil untuk bisa berlaga di Piala Dunia.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dampak dari serangan Amerika Serikat, sangat sulit bagi kami untuk memiliki harapan (untuk berpartisipasi dalam) Piala Dunia," kata Mehdi Taj.

"Namun, pimpinan olahraga lah yang memegang tanggung jawab untuk membuat keputusan akhir mengenai masalah ini," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved