Viral Bola
Rafael Leao yang Dulu Bukanlah yang Sekarang, AC Milan Lebih Solid Tanpanya
Leao marah-marah saat diganti ketika Milan kalah 0-1 dari Lazio pada 15 Maret lalu. Seminggu kemudian, Leao absen karena cedera
Ringkasan Berita:
- Paolo Di Canio mengkritik keras sikap dan performa Rafael Leao.
- AC Milan dinilai tampil lebih solid tanpa kehadiran Leao.
- Leao dianggap tidak konsisten dan belum memaksimalkan potensinya di usia 27 tahun.
TRIBUNJATIM.COM - Striker AC Milan, Rafael Leao kini mendapat kritikan dari komentator Paolo Di Canio.
Paolo di Canio juga merupakan mantan pemain AC Milan era lawas.
Rafael Leao sendiri kini tampil angin-anginan bersama AC Milan.
Padahal jika performa sedang apik, Rafael Leao sendiri bisa bikin pertahanan lawan kalang kabut.
Tetapi ketika bertemu hari buruk, Milan seperti bermain dengan 10 orang karena Leao "menghilang".
Baca juga: Kompatriot Erling Haaland Disiapkan AC Milan jadi Suksesor Rafael Leao
Leao marah-marah saat diganti ketika Milan kalah 0-1 dari Lazio pada 15 Maret lalu.
Seminggu kemudian, Leao absen karena cedera dan I Rossoneri mengalahkan Torino 3-2.
Dimintai komentar soal Leao, Di Canio tidak menahan kata-katanya.
"Anda lihat sendiri sikapnya di laga melawan Lazio di Olimpico," kata Paolo Di Canio soal Rafael Leao seperti dikutip dari Milannews.
"Saya pikir apa yang digumamkan Igli Tare jelas ketika Leao keluar dari lapangan."
"Sebagai manajer yang pernah menjadi pemain, yang terlibat dalam sepak bola, orang yang membangun Lazio dan membuat klub itu tampil bagus dengan pemain-pemain yang dibeli dengan harga wajar, juga orang yang ingin membawa Milan kembali ke masa kejayaan, sikap pemain seperti itu tidak boleh ada."
"Bisa dimengerti kalau pemain mungkin emosi sesaat karena pada momen itu dia sangat peduli."
"Masalahnya adalah manajemen keseluruhan dari seorang pemain yang seharusnya sudah mengeluarkan seluruh potensinya."
"Umurnya 27 tahun. Ketika Anda lebih kuat saat berusia 21 tahun ketimbang 27 tahun, Anda tidak bagus."
"Milan lebih kuat tanpa Leao. Tanpa dia, Milan mencetak lebih banyak gol dan lebih solid: 21 gol dicetak, 8 kemenangan, dan kebobolan 3 gol."
Secara tidak langsung Paolo Di Canio juga menyentil kejadian Leao marah-marah karena merasa Pulisic tidak memberikan bola kepadanya dalam laga melawan Lazio.
Pulisic ternyata "mau" memberikan assist kepada Adrien Rabiot pada pertandingan berikutnya menghadapi Torino.
"Lihat gol Milan yang dicetak Rabiot di laga melawan Torino."
"Ada 5-6 pemain yang mengisi ruang yang sama dengan Fofana yang menjadi striker tambahan."
"Bola diberikan kepada Athekame, lalu Modric mengoper kepada Pulisic, yang kemudian mengirim bola kepada Rabiot di tiang jauh untuk mencetak gol."
"Itu permainan tim lantaran mereka tahu semua orang akan dihargai karena bermain untuk orang lain."
"Ketika Rabiot mencetak gol, Modric dan lainnya menghampiri Pulisic yang membuat assist."
"Mereka menghargai rekan setimnya. Inilah kerja tim, maksud dari sebuah kesatuan, mencintai dan respek satu sama lain."
"Di Italia, jika ingin tumbuh, Anda harus melihat Spanyol dan Jerman. Di sana tidak ada tempat untuk pemain yang membuat opini publik selalu terbelah."
"Tidak ada yang bilang 'Tetapi kalau dia bisa mencetak gol, tetapi kalau dia mencetak gol'. Kata 'tetapi' di sepak bola terlalu banyak dipakai."
"Dengan Leao, Anda menggunakan 5 atau 6 'tetapi'. Itu tidak mungkin."
"Hanya di Italia kita biasa menerima kondisi seperti ini, mungkin karena kita kekurangan talenta."
"Jika Milan ingin mengembangkan pemain dan lingkungan kelas dunia, mereka tidak bisa memiliki pemain yang tidak tahu bagaimana seharusnya bangun pada pagi hari dan bagaimana memberikan penampilan terbaik."
"Apakah Leao akan marah dengan kata-kata saya ini? Bodo amat, saya di sini mengutarakan pendapat saya."
"Dia bukan adik saya atau saudara sepupu saya. Saya juga menerima banyak kritik tetapi tidak kemudian menjadi marah karenanya."
"Apakah Milan perlu menjual Leao? Saya tidak tahu, saya bukan Tare atau manajer Milan lainnya."
"Saya tidak bilang Leao harus pergi. Mungkin dia bisa membongkar kebuntuannya walaupun saya akan menjadi orang pertama yang bilang bahwa saya pikir dia tidak akan pernah berubah."
Artikel ini telah tayang di Bolasport
| Jose Mourinho Resmi Kembali Melatih Real Madrid Gantikan Alvaro Arbeloa |
|
|---|
| Jose Mourinho Lengkapi Langkah Presiden Real Madrid, Klausul untuk Benfica Rampung |
|
|---|
| Susunan Skuad AC Milan setelah 7 Pemain Pinjaman Kembali, Nasib Bennacer Cukup Rumit |
|
|---|
| Tuah John Herdman Menangani Timnas Indonesia, Rangking FIFA Skuad Garuda Naik |
|
|---|
| El Clasico di Bursa Transfer, Dua Pemain Jadi Incaran Barcelona Tapi Real Madrid Ingin Menikung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemain-AC-Milan-Rafael-Leao-yang-kini-dikritik-oleh-komentator.jpg)