Berita Terpopuler
Bola Terpopuler: Kiper Tanjung Verde Tampil Apik Hingga Persik Kediri Rombak Manajerial
Kiper Tanjung Verde tampil gemilang lawan Spanyol. Selanjutnya ada Yusuf Meilana jadi bagian penting Persik Kediri.
Ringkasan Berita:
- Kiper Vozinha menjadi pahlawan Tanjung Verde setelah menggagalkan banyak peluang Spanyol dan membawa timnya meraih poin perdana di Piala Dunia.
- Yusuf Meilana mengakhiri hampir satu dekade pengabdian bersama Persik Kediri setelah menjadi bagian penting dari perjalanan klub hingga promosi ke Liga 1.
- Persik Kediri melakukan restrukturisasi dengan menunjuk M Syahid Nur Ichsan sebagai Direktur Operasional dan Rachmad Tri Kuncara sebagai Manajer Tim untuk memperkuat organisasi klub.
TRIBUNJATIM.COM - Berita terpopuler di TribunJatim.com yang terangkum dalam bola terpopuler, Selasa 16 Juni 2026.
Sejumlah berita menarik tersaji di Tribun Jatim.
Berita menarik dimulai dari kiper Tanjung Verde tampil gemilang lawan Spanyol.
Selanjutnya ada Yusuf Meilana jadi bagian penting Persik Kediri.
Hingga restrukturisasi Persik Kediri.
Berikut selengkapnya:
Penampilan apik kiper Tanjung Verde
Tanjung Verde menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026 setelah berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol dan mengamankan poin pertama dalam sejarah penampilan mereka di turnamen tersebut.
Timnas Spanyol yang didukung oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji malah melempem di hadapan Tanjung Verde.
Aksi heroik kiper Tanjung Verde berusia 40 tahun membuat serangan Spanyol tak mampu menembus gawang lawan.
Pertandingan itu terjadi di Piala Dunia 2026 Grup H antara Spanyol vs Tanjung Verde.
Pada laga itu skor berakhir 0-0 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/6) dini hari WIB.
Baca juga: Jagokan Spanyol, Wawali Surabaya Armuji Menanti Aksi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Skor kacamata ini menjadi kejutan tersendiri bagi Spanyol, yang gagal mencetak gol sekalipun memainkan Lamine Yamal di babak kedua.
Sementara bagi Tanjung Verde, ini menjadi poin pertama mereka pada debutnya di turnamen Piala Dunia.
Satu angka yang sangat mahal.
Di sisi lain, Tanjung Verde juga membuktikan bahwa Spanyol tak lantas dengan mudah untuk mencetak gol sekalipun digavoritkan menjadi juara Piala Dunia 2026. Bahkan Tajung Verde sukses membuat Lamine Yamal dkk. Frustrasi.
"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia saat berbicara di Podcast Super Taktik berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams menjadi kekuatan utama Spanyol saat ini.
"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," katanya.
Sorotan tertuju kepada penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha. Kiper berusia 40 tahun ini tampil sangat heroik sepanjang laga. Statistik mencatat, dia melakukan lebih dari 7 penyelamatan untuk memaastikan gawangnya tetap 'perawan'.
Jalan Pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde
Spanyol langsung mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola langsung diterapkan skuad asuhan Luis de la Fuente.
Lain halnya dengan Tanjung Verde. Mereka cenderung lebih menunggu di area pertahanannya dalam merespons permainan atraktif La Furia Roja.
Pelanggaran pertama didapat Spanyol setelah penyerang Barcelona, Ferran Torres dijatuhkan di dekat area corner kick pada menit 3. Sayangnya, peluang itu gagal dikonversikan menjadi peluang emas.
Memasuki menit 5, Spanyol masih kesulitan untuk membongkar rapatnya pertahanan Tanjung Verde, sekalipun menguasai ball possessions.
Sepakan on target ke gawang Tanjung Verde dilepaskan Pedri pada menit 6, masih bisa diantisipasi sang penjaga gawang, Vozinha.
Counter attack pertama dilakukan Tanjung Verde ketika pertahanan Spanyol hanya menyisakan 2 pemain. Untungnya Aymeric Laporte sanggup menetralisir lewat memenangkan duel bola udara.
Lepas dari 10 menit awal babak pertama, Spanyol masih kesulitan untuk merangsek dalam kotak penalti.
Bukti rapatnya lini belakang Tanjung Verde ialah peragaan permainan crossing dari La Roja, alih-alih pertontonkan umpan satu-dua sentuhan.
Di menit ke-16, Spanyol mendapatkan sepakan on target keduanya melalui sepakan jarak jauh dari Pedri. Percobaan gelandang Barcelona itu dapat dengan mudah diantisipasi kiper Tanjung Verde.
Memasuki menit 20, Spanyol belum menghasilkan peluang emas di kotak terlarang Tanjung Verde. Kreativitas skuad asuhan de la Fuente mentok ketika mendekati area sepakan 12 pass.
Cucurella mendapatkan peluang untuk memecah kebuntuan. Tetapi sepakan volinya dari dalam kotak penalti pada menit 28, masih melambung tipis di atas mistar gawang Tanjung Verde.
Sejauh 35 menit pertandingan berlangsung, ini menjadi plot twist melihat Spanyol kesulitan untuk, jangankan mencetak gol, namun juga menciptakan peluang emas.
Di menit 39, Cucurella memberikan umpan cut back melalui sundulan yang menemukan Ferran Torres. Sepakannya malah menghantam mistar gawang.
Bola rebound jatuh ke Mikel Oyarzabal, yang langsung dikonversikan menjadi sundulan. Tetapi headingnya masih bisa ditepis Vozinha yang terbang dalam melakukan penyelamatan.
Di sisa waktu babak pertama, Spanyol terus menggempur pertahanan Tanjung Verde. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Spanyol semakin intens melancarkan serangan. Namun tak kunjung ada gol yang tercipta.
Hingga pada akhirnya, ketika laga menunjukkan emnit 60, wonderkid Spanyol, Lamine Yamal diminta untuk lakoni pemanas di pinggir lapangan.
Pada menit ke-68, teriakan cemoohan datang dari suporter Spanyol. Mereka tidak puas dengan permainan yang diperlihatkan Rodri dkk.
De La Fuente sebagai pelatih mencoba merespons dengan memasukkan Lamine Yamal-Mikel Merino, menggantikan Fabian Ruiz-Gavi.
Skor 0-0 menutup pertandingan. Hasil yang mengejutkan.
Daftar Susunan Pemain
Spanyol
Unai Simon; Llorente, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Pedri, Rodri, Fabian Ruiz, Ferran Torres, Oyarzabal, Gavi.
Tanjung Verde
Vozinha, Moreira, R.Lopes, Borges, Lopes Cabral, Lenini, Duarte, Mendes, Monteiro, Jovane Cabral, Livramento.
Spanyol didukung Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji
Atmosfer Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke lingkungan pemerintahan daerah.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan dukungan kepada Timnas Spanyol dan meyakini tim tersebut memiliki peluang terbesar menjadi juara.
Keyakinan itu didasarkan pada komposisi skuad yang dianggap seimbang, ditambah munculnya talenta muda seperti Lamine Yamal.
Bagi pejabat yang akrab disapa Cak Ji itu, pilihan ini bukan sekadar dukungan emosional, melainkan keyakinan yang ditopang oleh argumen taktis dan rekam jejak yang solid.
Baca juga: Isi 4 Kesepakatan Damai Armuji dan Madas Sedarah, Bukan Hanya Cabut Laporan
"Saya senang kalau ada talenta muda muncul di Piala Dunia. Lamine Yamal itu pemain hebat. Tapi Spanyol menurut saya tim yang matang dan paling siap menjuarai Piala Dunia tahun ini," kata Cak Ji, Senin (8/6/2026).
Spanyol di mata Cak Ji bukan hanya kumpulan pemain berbakat.
Tim besutan pelatih Luis de la Fuente ini memiliki komposisi yang komplet, perpaduan energi anak muda dan kematangan pemain senior yang membentuk satu kesatuan berbahaya.
Lebih dari itu, mayoritas pemain Spanyol adalah pilar utama di klub masing-masing, bukan sekadar pelengkap skuad.
"Saya baca banyak pemain dari Barcelona. Artinya mereka solid dan kuat sejak di klub," ujar Cak Ji.
Pesta sepak bola terbesar ini akan resmi dimulai pada 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026, diselenggarakan di tiga negara sekaligus: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, dengan total 48 negara peserta yang berlaga memperebutkan satu trofi paling bergengsi di dunia.
Yamal, Peluru Muda yang Ditunggu-tunggu Cak Ji
Satu nama yang paling Cak Ji nantikan aksinya di turnamen ini adalah Lamine Yamal.
Bintang muda Barcelona itu disebut Cak Ji ibarat peluru mematikan saat mendobrak pertahanan lawan, striker modern dengan visi bermain dan naluri mencetak gol yang melampaui usianya.
Yamal telah membuktikan kelasnya bersama Barcelona musim ini, dan Cak Ji percaya panggung Piala Dunia akan menjadi tempat pemain kelahiran 2007 itu semakin bersinar di hadapan dunia.
Satu Level dengan Argentina, Prancis, dan Inggris
Cak Ji menilai Spanyol berada satu level dengan kekuatan-kekuatan besar lain seperti Argentina, Prancis, bahkan Inggris.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa di final Piala Eropa (Euro) 2024, Spanyol sudah membuktikan superioritasnya dengan mengalahkan Inggris untuk merebut mahkota Eropa.
Keunggulan lini tengah Spanyol yang dipenuhi gelandang-gelandang berkelas dunia, dikombinasikan dengan agresivitas serangan yang efektif dan mentalitas juara yang terjaga, membuat Cak Ji optimistis La Furia Roja bisa kembali berjaya di pentas global.
Nonton Bareng dan Kenangan Manis 2010
Sebagai bentuk dukungan nyata, Cak Ji berencana menggelar nonton bareng untuk menyaksikan laga-laga Spanyol bersama warga Surabaya selama turnamen berlangsung.
Kecintaan Cak Ji terhadap tim Matador bukan lahir kemarin sore.
Ia menyimpan kenangan tak terlupakan dari Piala Dunia 2010 — saat Spanyol untuk pertama kalinya mengangkat trofi, diperkuat deretan pemain legendaris seperti Andrés Iniesta, Gerard Piqué, Carles Puyol, hingga kiper Iker Casillas.
Kini, dengan generasi baru yang tak kalah menjanjikan, Cak Ji berharap sejarah indah itu bisa terulang kembali pada 2026.
Sementara itu, kepala daerah lain seperti Wakil Bupati Bangkalan Moch Fauzan Ja'far menjagokan Brasil.
Ia langsung menuju deretan pajangan jersey untuk memilih seragam sepak bola tim idolanya, Timnas Brasil.
Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kabupaten Bangkalan.
Geliat ini tergambar di Agris Kampung Senenan, Jalan KH Zainal Alim, Kelurahan Kemayoran, Senin (1/6/2026).
Outlet atau toko perlengkapan olahraga di pusat kota mulai ramai dikunjungi para pendukung untuk berburu jersey timnas negara peserta Piala Dunia, termasuk Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far yang membeli jersey Timnas Brasil.
Pemilik Agris, Risma mengungkapkan, penjualan jersey timnas negara-negara peserta Piala Dunia 2026 sudah mulai meningkat dalam sepekan terakhir meski masih di angka sekitar 10 persen dari hari-hari biasanya.
"Biasanya peningkatan secara signifikan mulai terjadi saat babak perempat final, karena sudah mulai banyak kegiatan nobar (nonton bareng). Momen itu sudah mulai ramai para fans sepak bola membeli jersey untuk seru-seruan," ungkap Risma.
Pantauan Tribun Jatim di Agris Outlet, terpajang banyak jersey timnas negara peserta Piala Dunia 2026.
Beberapa di antaranya jersey Timnas Brasil, Prancis, Jerman, Portugal, Inggris, Spanyol, hingga Kroasia. Para pemburu jersey tidak sebatas pria dewasa, namun juga beberapa bocah penggemar timnas negara peserta Piala Dunia.
Momen kehadiran Wabup Fauzan berbelanja jersey Timnas Brasil membuat sejumlah pengunjung tampak kaget.
Bahkan seorang bocah ketiban rezeki karena tidak hanya berkesempatan foto bareng, namun Fauzan membayar jersey yang dibeli si bocah.
Fauzan mengungkapkan, momentum Piala Dunia 2026 semoga menjadi berkah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di penjualan merchandise olahraga untuk memenuhi kebutuhan para penggemar berkaitan dengan jersey timnas negara peserta Piala Dunia.
"Termasuk saya hari ini membeli jersey Brasil, mudah-mudahan Timnas Brasil menembus final dan juara Piala Dunia," pungkas Fauzan.
Berikut timnas 48 negara peserta Piala Dunia 2026 yang terbagi dalam 12 grup:
Grup A bercokol Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko.
Grup B terdiri dari Kanada, Bosnia-Herzegovina, Qatar, dan Swiss.
Grup C diisi Brasil, Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
Grup D ada AS, Paraguay, Australia, dan Turki.
Grup E terdiri dari Jerman, Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador.
Grup F bercokol Belanda, Jepang, Swiss, dan Tunisia.
Grup G terdiri dari Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru.
Grup H diisi Spanyol, Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
Grup J terdiri dari Argentina, Aljazair, Austria, dan Yordania.
Grup K bercokol Portugal, Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Grup L terdiri dari Inggris, Kroasia, Ghana, dan Panama.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Yusuf Meilana berpisah dengan Persik Kediri
Setelah satu decade mengabdi, Yusuf Meilana kini resmi berpisah dengan Persik Kediri.
Persik Kediri resmi mengumumkan perpisahan dengan Yusuf Meilana, pemain yang selama hampir sembilan tahun terakhir menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan klub berjuluk Macan Putih tersebut.
Keputusan berakhirnya kebersamaan dengan pemain asal Kediri itu menandai berakhirnya sebuah era bagi Persik. Yusuf dikenal sebagai pemain yang identik dengan nomor punggung 7 dan memiliki kontribusi besar, khususnya di sektor pertahanan.
Selama membela Persik Kediri, Yusuf Meilana menjadi bagian dari skuad yang sukses mengantarkan tim meraih gelar juara Liga 3 dan Liga 2 musim 2018/2019. Prestasi tersebut sekaligus membawa Persik kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Tak hanya berkontribusi dalam raihan prestasi tim, Yusuf juga mencatatkan statistik yang cukup impresif. Ia tampil dalam sekitar 125 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Persik Kediri dengan torehan tiga gol dan delapan assist.
Baca juga: Persik Kediri Rombak Struktur Manajemen, Rachmad Tri Kuncara Kini Jadi Manajer Tim
Manajer tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menyampaikan penghargaan tinggi atas dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan Yusuf selama berseragam ungu.
"Selama hampir satu dekade, Yusuf tidak hanya menjadi bagian dari skuad sebagai pemain, tetapi juga saksi berbagai perjalanan, tantangan, dan prestasi yang dilalui Persik Kediri," kata Kuncara, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, kontribusi Yusuf tidak hanya terlihat saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tim.
Sosoknya dinilai mampu memberikan contoh positif bagi rekan-rekan setim, terutama para pemain muda.
Kuncara menegaskan seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, pelatih hingga pemain, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan oleh bek kiri tersebut.
"Penampilan dan kontribusi Yusuf selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan klub. Apa yang telah diberikan akan selalu dikenang oleh keluarga besar Persik Kediri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kuncara menyebut nama Yusuf Meilana telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Persik Kediri. Kiprahnya selama bertahun-tahun dinilai meninggalkan jejak yang akan terus dikenang oleh para pendukung Macan Putih.
"Yusuf Meilana akan selalu menjadi bagian tak tergantikan dari sejarah klub. Yusuf selama ini juga adalah panutan bagi pemain muda," tambahnya.
Pada musim 2025/2026, Yusuf tercatat tampil dalam 14 pertandingan bersama Persik Kediri sebelum dipinjamkan ke Bali United pada paruh musim. Pengalaman panjang yang dimiliki diyakini akan menjadi modal berharga untuk melanjutkan karier di klub berikutnya.
"Kami sangat berterima kasih atas loyalitas, dedikasi serta semua kerja keras Yusuf selama ini. Kami mendoakan yang terbaik dalam setiap langkah berikutnya," tegas Kuncara.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Persik Kediri lakukan perombakan
Perombakan dilakukan oleh Persik Kediri.
Persik Kediri melakukan penyegaran struktur manajemen sebagai langkah strategis untuk memperkuat organisasi klub dalam menghadapi kompetisi musim mendatang.
Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kerja di berbagai lini sekaligus mendukung program pengembangan klub secara berkelanjutan.
Dalam susunan baru tersebut, M Syahid Nur Ichsan yang sebelumnya menjabat sebagai manajer tim mendapat amanah baru sebagai Direktur Operasional Persik Kediri.
Sementara posisi manajer tim kini dipercayakan kepada Rachmad Tri Kuncara yang sebelumnya bertugas sebagai asisten manajer.
Baca juga: Cara Persik Kediri Siapkan Regenerasi dari Usia Dini, Gelar Liga Persik 2026 untuk Pemain Muda
Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks di dunia sepak bola profesional.
Menurutnya, setiap posisi baru memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan demi menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan klub ke depan.
"Tugas baru ini bukanlah tugas yang mudah. Masing-masing memiliki tantangan tersendiri, namun tetap dengan tujuan untuk membangun kekuatan yang lebih solid dalam berbagai lini Persik Kediri sebagai sebuah klub. Terutama untuk mengarungi tantangan ke depan," kata Souraiya Farina, Selasa (16/6/2026).
Penunjukan Rachmad Tri Kuncara sebagai manajer tim dinilai bukan tanpa alasan. Sosok yang telah lama menjadi bagian dari manajemen Persik Kediri itu dianggap memahami karakter klub, budaya kerja, serta visi yang selama ini dibangun.
Pengalaman yang dimiliki selama mendampingi tim dalam beberapa musim terakhir menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen dalam memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepadanya.
Selain menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, Rachmad juga diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi baru yang dapat mendukung peningkatan prestasi klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Manajemen menilai adaptasi dan pemahaman Rachmad terhadap dinamika internal klub menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai manajer tim pada musim mendatang.
"Rachmad Tri Kuncara telah menjadi bagian dari perjalanan Persik Kediri selama beberapa tahun terakhir. Kami percaya pengalaman dan kemampuan adaptasinya pada tugas baru menjadi modal penting bagi Persik Kediri di musim mendatang," tambah Farina.
Lebih jauh, restrukturisasi ini juga menjadi sinyal keseriusan Persik Kediri untuk terus bertransformasi menjadi klub yang semakin profesional dan kompetitif. Penguatan tata kelola organisasi dinilai penting agar klub mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Perubahan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat manajemen Persik Kediri sebagai sebuah klub profesional, serta mendukung berbagai rencana pengembangan yang akan dijalankan Persik Kediri," pungkasnya.
| Viral Terpopuler: Siswi SMP Bunuh Guru saat Mencuri hingga Cerita Nanik S Deyang Dicueki Dadan Cs |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Kirab Suro di Ponorogo hingga Pegawai Honorer Probolinggo Ajak Buruh Curi Traktor |
|
|---|
| Bola Terpopuler: Bursa Transfer Arema FC Hingga Real Madrid Bukan Prioritas Nico Paz |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Budiman Sudjatmiko Debat Lawan Mahasiswa hingga Eks Ketua BEM UGM Temukan Pelacak |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Pria Surabaya Tewas saat Mancing hingga Siswa Bangkalan Santai Meski Tanpa MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/MANAJER-TIM-Rachmad-Tri-Kuncara-menjadi-manajer-tim-Persik-Kediri-menggantikan-M-Syahid.jpg)