Talkshow Koperasi Merah Putih

Tantangan Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Timur, Kadinkop: Permodalan dan Terkendala Lahan

Kadinkop Jatim Endy Alim Abdi Nusa menyebut mayoritas KDKMP Jawa Timur permodalannya masih bersumber dari dana mandiri atau dari anggota. 

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Ahmad Zaimul Haq
PERMODALAN - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa hadir dalam Talkshow Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jawa Timur, dalam peringatan HUT Harian Surya ke-36, Kamis (27/11/2025). Ia menyebutkan masih banyak tantangan yang dihadapi dalam operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) salah satunya soal modal dan lahan. 
Ringkasan Berita:
  • KDKMP Jatim masih terkendala permodalan karena mayoritas modal berasal dari anggota.
  • Aset dan kondisi geografis menjadi hambatan, terutama di wilayah dengan kontur curam.
  • Pemprov Jatim lakukan pendampingan besar-besaran melalui OSS, pelatihan 17.000 pengurus, dan kemitraan dengan kampus serta pesantren.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Permodalan terbatas menjadi tantangan bagi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim. 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa saat menghadiri Talkshow Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jawa Timur dalam peringatan HUT Harian Surya ke-36 , Kamis (27/11/2025). 

Salah satunya terkait permodalan. Dimana mayoritas KDKMP Jawa Timur permodalannya masih bersumber dari dana mandiri atau dari anggota. 

“Tantangannya adalah permodalan yang terbatas, jadi koperasi yang beroperasi saat ini permodalannya adalah mandiri dari anggotanya dan ini membuat akhirnya kita mendapatkan barang dari teman-teman BUMN itu juga terbatas,” tegas Endy.

“Bahkan ada yang dibatasi ada yang dapat beras 500 kg, lalu hanya dapat LPG dapat 50 pieces,” ujarnya.

Baca juga: HUT Harian Surya ke-36, Talkshow Koperasi Merah Putih Digelar Hari Ini, Kawal Program Nasional

Tantangan Aset dan Kondisi Geografis

Tidak hanya itu, Endy juga menegaskan bahwa aset juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan.

Endy menyebut bahwa kontur Jawa Timur cukup berbeda dengan provinsi lain dimana banyak daerah yang tanah kemiringannya cukup curam.

Seperti di kawasan Bromo, di kawasan Gunung Singkar Wilis dan juga beberapa daerah lain. 

Baca juga: Wamenkop Farida Tiba di Surabaya dengan Naik Kereta Hadiri Talkshow HUT Surya ke-36

“Maka mereka mendapatkan lahan seluas 1000 m⊃2; dapat itu susah sehingga kita berharap ada kebijakan yang lain supaya semangat teman-teman di desa untuk menjalankan koperasi merah putih bisa tetap terjaga,” ujarnya. 

Terlebih dari total 8.494 KDKMP Jawa Timur 99 persen adalah pendirian baru sehingga pengurus dan pengawasnya rata-rata memang belum menguasai tata kelola koperasi yang baik.

Selain itu jiwa entrepreneur pengurus masih harus ditingkatkan.

Langkah Pemprov Jawa Timur

Dengan tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa pihaknya aktif melakukan pendampingan kepada calon pengurus dan pengawas serta berkoordinasi untuk memfasilitasi perizinan usaha koperasi merah putih, terutama melalui OSS. 

“Selain itu kami juga menggelar pelatihan kepada 17.000 pengurus dan pengawas koperasi di Jawa Timur. Dan kami selalu bekerja sama dengan teman-teman akademisi universitas untuk berusaha bagaimana agar teman-teman dan pengawas ini bisa mendapatkan ilmu untuk bisa menjalankan usaha ini ke depannya,” tegasnya.

“Kami juga membangun kemitraan dengan Dekopin, dari kampus, dari pesantren yang sudah besar, dan ada beberapa pesantren yang memiliki usaha yang bisa mendampingi teman-teman agar mendorong inovasi usaha berbasis koperasi desa,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved