Waspada Modus Ambil Cucian, Pasutri Maling Ponsel Satroni Gerai Laundry di Wonokromo Surabaya

Dua orang pasangan pria dan wanita diduga berkomplot mencuri ponsel bermodus mengambil pesanan cucian pakaian di sebuah gerai laundry

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
AKSI MALING PONSEL-Tangkapan layar video CCTV merekam wanita mencuri ponsel bermodus mengambil pesanan cucian pakaian di sebuah gerai laundry kawasan Jalan Raya Jetis Kulon, Wonokromo, Surabaya, pada Kamis (26/2/2026) pagi. Ponsel yang dicuri merek Oppo milik salah satu pegawai laundry. 
Ringkasan Berita:
  • Lokasi: Jalan Raya Jetis Kulon, Wonokromo, Surabaya.
  • Modus: Berpura-pura mengambil cucian dengan nama palsu (Diah/Evi).
  • Ciri Pelaku: Pria berjaket ojol dan wanita berkaus biru tua, mengendarai motor matik.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua orang pasangan pria dan wanita diduga berkomplot mencuri ponsel bermodus mengambil pesanan cucian pakaian di sebuah gerai laundry kawasan Jalan Raya Jetis Kulon, Wonokromo, Surabaya, pada Kamis (26/2/2026) pagi. 

Berdasarkan video CCTV berdurasi 1 menit 13 detik, mereka datang berboncengan motor matik. Pelaku yang menyetir motor sarana aksi, tampak memakai atribut ojek online (ojol). 

Sedangkan si eksekutor pencurian ponsel yakni seorang perempuan tampak memakai kaus lengan pendek warna biru tua, bercelana panjang jeans warna biru muda, dan berhelm half face.

Ponsel yang dicuri oleh pelaku, bermerek Oppo seharga kisaran dua juta rupiah, milik salah satu pegawai laundry. 

Baca juga: Tokoh Adat Suku Tengger Datangi Polres Probolinggo Usai Kasus Pencurian Koper Turis Thailand

Kronologi Modus: Alibi Salah Nama dan Pesanan

Menurut juragan pemilik gerai laundry, MA, pelaku perempuan datang ke gerainya berlagak sedang mengambil pesanan hasil cucian atas nama Diah, pukul 08.30 WIB. 

Kebetulan di meja layanan kustomer terdapat sekantung kresek hasil cucian pakaian yang siap diambil dengan atas nama Diah. 

Ternyata, si pelaku berdalih bahwa itu bukan pesanan yang diminta karena sekantung kresek tersebut berisi hasil cucian pakaian. Bukan hasil cucian karpet. 

Kemudian, pegawai laundry yang mulai teperdaya dengan akal-akalan tersebut, sontak mencari kantong kresek yang diminta pelaku ke area dalam gerai. 

Anehnya, si pelaku sekonyong-konyong memasuki ruangan sisi dalam gerai yang mana cuma diperuntukkan oleh pegawai dan juragan gerai laundry

"Anehnya pelaku tersebut mengikuti staf ke ruang tengah yang notabene kustomer tidak boleh masuk ke area tengah, karena area setrika," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Senin (9/3/2026). 

Entah apa penyebabnya, MA menambahkan, pelaku tiba-tiba mengganti nama pemesan yang semula disebutkan bernama Diah menjadi Evi. 

Pelaku menyebutkan nama baru tersebut sambil mengarahkan jari telunjuknya ke salah satu kresek hasil cucian di sudut ruangan. 

Pegawai laundry yang mulai menyadari gelagat aneh pelaku, mulai bergegas menelepon suami MA untuk melaporkan temuan kejadian tersebut. 

Si pegawai menelepon melalui gawai jenis tablet yang disediakan sebagai operasional aktivitas di gerai laundry

"Staf mulai curiga karena pertama ngaku nama Bu Diah, terus ngaku ambil atas nama Evi dan ngaku menjadi anaknya. Dan pelaku sempat bilang kenal dengan mas owner (suami MA). Padahal kenyataannya mas owner tidak pernah kenal," teranginya. 

MA menambahkan, melalui sambungan telepon tersebut, suami MA meminta pegawai laundry agar tidak terlalu menggubris keinginan pelaku, dan memintanya untuk menunjukkan nota pengambilan pesanan hasil cucian. 

Kemudian, si pelaku memilih pergi dengan beralasan hendak berbelanja ke pasar, dan berjanji bakal datang kembali ke gerai laundry lagi. 

"Setelah matikan telepon, staf bilang untuk bawa bukti nota saja untuk ambil barang. Dan pelaku yang sudah mengambil ponsel pergi beralasan; nanti aku balik lagi mbak mau ke pasar dulu," jelasnya. 

Tak dinyana-nyana, pegawai laundry tersebut baru menyadari ponselnya raib, saat diminta oleh suami MA menelepon kembali, melalui telepon gawai tablet. 

Bahkan saat memeriksa rekaman CCTV, si pelaku tertekan mengambil ponsel korban; pegawai laundry yang tergeletak di dekat pintu akses penghubung ruangan dalam dan utama pelayanan kustomer. 

"Setelah pergi, melalui WhatsApp di Tab, staf bilang minta tolong telponkan ponselnya. Dari situ kami sadar, ponsel staf kami sudah diambil. Sebenarnyaa pelaku mengincar Tab yang ada di meja. Makanya pelaku menunjuk packingan paling pojok kiri bawah," katanya.

Baca juga: Sosok Pelaku Pencurian 7 Koper Turis Asal Thailand di Gunung Bromo, Ada 3 Tersangka

Akibat insiden tersebut, korban mengalami kerugian hingga kisaran dua juta rupiah. Namun, kejadian tersebut tidak dilaporkan ke markas kepolisian setempat. 

Namun, MA lebih memilih memviralkan video aksi pencurian para pelaku ke medsos agar masyarakat Kota Surabaya bisa berhati-hati mewaspadai modus operandi kedua pelaku. 

Ternyata, benar, dua hari setelah aksi pencurian ponsel yang menimpa pegawainya dibantu mengunggah ulang melalui akun Instagram (IG) @viral_forjustice.

MA mengungkapkan, terdapat teman sesama pengusaha jasa laundry menelepon suaminya mengaku menjadi target aksi pencurian ponsel dari dua pelaku tersebut. 

"2 hari setelah kejadian di laundry saya. Pelaku melakukan pencurian lagi dengan modus sama di laundry di area situ juga. Kami tahu karena pemilik laundry datang ke tempat kami dan menelpon owner," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved