Praktik Joki UTBK di Surabaya Terbongkar, 1 Orang Diamankan, Diduga Libatkan Jaringan

Polrestabes Surabaya melalui Satreskrim masih menyelidiki kasus dugaan joki UTBK 2026 yang terungkap di sejumlah kampus di Surabaya

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
JOKI UTBK - Ilustrasi. Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memeriksa terduga pelaku joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang ditangkap salah satu panitia kampus penyelenggara ujian di Kota Surabaya, sejak Selasa (21/4/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Polisi masih memeriksa terduga joki UTBK 2026, satu orang sudah diamankan.
  • Modus menggunakan identitas asli dengan foto diganti untuk mengelabui panitia.
  • Dugaan praktik ini melibatkan jaringan lebih luas di beberapa kampus.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya melalui Satreskrim masih menyelidiki kasus dugaan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang terungkap di sejumlah kampus di Surabaya.

Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memeriksa terduga pelaku joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang ditangkap salah satu panitia kampus penyelenggara ujian di Kota Surabaya, sejak Selasa (21/4/2026). 

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto yang menyebutkan kasus tersebut diambil alih proses penyelidikannya oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya

Hanya saja ia belum dapat menyebutkan jumlah terduga pelaku yang sedang diperiksa penyidik hingga Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Praktik Joki UTBK di UPN Veteran Surabaya Terbongkar, Gelagat Peserta Gelisah saat Diperiksa

Satu Terduga Pelaku Diamankan

Karena, penyidik masih melakukan serangkaian pengembangan atas penyelidikan dugaan kasus tersebut dengan melakukan olah TKP, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa sejumlah saksi.

"Kasus ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya ya, mohon waktu masih berproses (penyelidikannya)," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Rabu (22/4/2026). 

Namun, manakala sudah ada hasil sementara pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Hadi berjanji akan memberikan perkembangan informasi perihal itu kepada awak media. 

Baca juga: Unesa Bongkar Cara Tersembunyi Joki UTBK 2026, Pelaku Gunakan Identitas Palsu dan Ganti Foto

"Mohon waktu, nanti kami sampaikan setelah rampung ya," pungkasnya. 

Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Imam Solikin membenarkan pihaknya sempat memperoleh pelimpahan penanganan terduga pelaku atas praktik joki ujian tersebut dari Universitas Negeri Surabaya. 

Namun, pihaknya cuma melakukan pengamanan awal terhadap si terduga pelaku, karena pemeriksaan lebih lengkap dilanjutkan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya

"Kasus ditarik Polrestabes Surabaya. (Pihak yang diamankan) 1 orang," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com

Sebelumnya, praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali terungkap.

Modus Ganti Foto

Kali ini, temuan berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang membongkar praktik joki pelaksanaan UTBK 2026 dengan memanipulasi identitas peserta.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi menjelaskan bahwa pelaku menggunakan identitas milik orang lain, namun mengganti foto pada dokumen resmi.

"Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian," ujar Martadi saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Selasa (26/4/2026).

Menurut Martadi, praktik kecurangan ini terdeteksi setelah panitia melakukan pencocokan data peserta dengan basis data tahun sebelumnya.

“Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu. Ternyata fotonya sama persis, tetapi namanya berbeda. Ini yang kemudian memicu kecurigaan,” jelasnya.

Temuan tersebut, menjadi titik awal penelusuran lebih lanjut hingga panitia memastikan adanya indikasi kuat praktik perjokian. 

Bahkan, hasil verifikasi ke sekolah asal menunjukkan bahwa foto pada dokumen tidak sesuai dengan identitas asli peserta.

Pelaku diketahui sempat mengikuti ujian sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan oleh panitia.

"Sekarang sedang diproses di kepolisian, sementara ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut," tambahnya.

Dari hasil sementara, kasus ini melibatkan dugaan pemalsuan dokumen penting, termasuk KTP dan ijazah

Panitia menduga praktik ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari jaringan perjokian yang lebih luas, karena ditemukan indikasi serupa di sejumlah wilayah.

Peserta yang terlibat diketahui mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang, salah satu program studi dengan tingkat persaingan tinggi dalam UTBK.

Kasus ini  menjadi perhatian serius, karena berpotensi merusak integritas sistem seleksi nasional.

"Penguatan pengawasan dan verifikasi data peserta, dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang," pungkasnya. 

Temuan Terduga Joki di Unair dan UPN Jatim

Selain temuan di Unesa, berdasarkan lansiran Kompas.com, dugaan praktik perjokian juga terungkap di UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT). 

Bermula, pengawas ujian mencurigai adanya peserta yang menunjukkan gelagat aneh cenderung gelisah di Gedung Research Center UPNVJT. 

Saat diperiksa, ditemukan ketidaksesuaian antara identitas pada data resmi dengan peserta yang hadir, kendati foto pada data tampak sama secara kasat mata. 

"Sementara kecurangan itu kami catat dalam berita acara dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal," ujar Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin di Surabaya, Selasa (21/4/2026)

Berdasarkan hasil penelusuran awal oleh tim panita, peserta yang diamankan di UPN diketahui memilih program studi kedokteran di Universitas Brawijaya Malang (Unibraw) dan Universitas Jember yang memiliki tingkat persaingan tinggi.

Di sisi lain, panitia pusat UTBK 2026 menginformasikan adanya keterkaitan data peserta dengan lokasi ujian di Unair. 

Namun, pihak panitia UTBK 2026 di Unair memastikan bahwa peserta yang dimaksud, tidak hadir di lokasi mereka. 

"Fotonyа terindikasi sama dengan peserta tahun 2025, sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di lokasi ujian di Unair," ujar Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara.

Pulung menambahkan, pelaksanaan UTBK di kampusnya secara umum berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran lain. 

"Secara keseluruhan berjalan lancar sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain, hanya yang kami waspadai dari data panitia pusat tersebut," tambahnya.

Kendati begitu, panitia pelaksana UTBK 2026 Unair menemukan 79 daftar nama peserta yang dianggap anomali atau dicurigai pada hari pertama UTBK 2026, Selasa (21/4/2026). 

Koordinator Pelaksana UTBK Unair 2026 I Made Narsa mengatakan, Unair memiliki data historis seluruh peserta UTBK dari tahun-tahun sebelumnya. 

Sehingga, pihaknya relatif cukup mendeteksi nama yang dianggap dicurigai. 

Pada hari dan sesi pertama UTBK, sebanyak 843 peserta mengikuti ujian di kampus Unair baik A, B, dan C. Sementara 37 lainnya dinyatakan absen.

Made memastikan, kendati ditemukan kecurigaan, pelaksanaan berjalan lancar. 

"Daftar nama yang dicurigai di Unair 79 peserta (anomali data) dialokasikan di hari ini semua. Beberapa tidak datang tetapi mayoritas hadir. Hasil pantauan di lapangan aman," kata Made, Selasa. 

Made menjelaskan, biasanya modus yang digunakan para joki yakni menggunakan identitas lain lalu di tahun berikutnya kembali mendaftar dengan nama berbeda tapi menggunakan foto dirinya sendir

"Nah yang 79 ini anomali saja. Datanya kok aneh-aneh, jangan-jangan itu. Misalnya ada peserta domisili dari Indonesia Barat. Lalu dia milih universitas di Jawa Tengah. Tetapi dia ikut tes di luar Jawa. Kan gini, tingkat keketatan kualitas pengawasan di masing-masing pusat UTBK kan beda-beda," jelasnya.

"Bisa jadi dia berpikir di daerah pengawasannya lebih lengah, kan bisa begitu. Jadi dari pikiran normal, ini kok aneh ya, rumahnya di sini, milihnya di sini, kok tesnya di situ. Curiga kita, bisa jadi dia Kebetulan dia wisata ke sana kan bisa jadi. Mumpung di sana milih di sana kan bisa jadi begitu. Tapi dari segi data itu kan aneh," tambah Made.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved