Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Dari Tombak hingga Songsong, Deretan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi ke-831

Setiap menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, terdapat berbagai jenis pusaka yang dijamas serta diarak untuk dipertontonkan

tribunjatim.com/Sofyan Arif Candra
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin membersihkan atau Jamasi Pusaka dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 831, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025) 

Poin penting:

  • Sebanyak 14 pusaka dijamas oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di Pendopo Manggala Praja Nugraha
  • Pusaka diarak dari dua lokasi: Desa Kamulan (Kecamatan Durenan) dan Desa Karangrejo (Kecamatan Kampak)
  • Ritual penjamasan dan kirab pusaka menjadi simbol komitmen pemimpin dan masyarakat untuk menjaga amanah

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Setiap menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, terdapat berbagai jenis pusaka yang dijamas serta diarak untuk dipertontonkan kepada masyarakat.

Jumlah dan jenis pusaka tersebut bertambah seiring berjalannya waktu. Baik bertambah karena hibah, karena baru saja ditemukan, maupun sebab lainnya.

Pada hari jadi ke 831 ini terdapat 14 jenis pusaka yang telah dijamas oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/8/2025).

Menurut Mas Ipin, sapaan akrabnya, pusaka sejatinya sebuah simbol, sedangkan pusaka asli Kabupaten Trenggalek adalah kerukunan masyarakatnya.

Kerukunan tersebut menurutnya suatu kekuatan yang penting dan perlu dijaga, salah satu simbolisasinya adalah dengan cara dijamas atau dibersihkan. 

"ini sebagai simbol, sebenarnya kalau pusakanya kabupaten itu rukunnya masyarakat dan rukunnya masyarakat itu selalu dibersihkan biar terus rukun bersama," kata Mas Ipin, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Makna Jamasan Pusaka di Hari Jadi Trenggalek ke-831, Bupati Mas Ipin Singgung Kondisi Bangsa Diuji

Tak hanya dibersihkan, pusaka tersebut juga diarak dari dua titik yaitu dari Desa Kamulan Kecamatan Durenan, dan Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.

Dari dua titik tersebut, pusaka akan menuju kembali untuk disimpan di Pendopo Manggala Praja Nugraha tepat pada Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tanggal 31 Agustus.

"Ini (suatu bentuk) mengikat komitmen lagi, karena diarak itu artinya ditunjukkan. Jadi amanahnya ditunjukkan kepada masyarakat. Tentu ini situasi yang tidak mudah, tidak gampang apalagi hari-hari ini bangsa kita sedang mendapatkan ujian. Semoga kita bisa mengambil pelajaran. Temu, makmur, semuanya tentram karaharjan semuanya," lanjutnya 

Berikut Daftar Pusaka yang dilakukan penjamasan pada momentum Hari Jadi 831 Trenggalek :

1. Tombak Kyai Wignyo Murti;
2. Songsong Hayom Sih;
3. Tombak Kyai Korowelang 1;
4. Tombak Kyai Korowelang 2;
5. Tombak Kyai Korowelang 3;
6. Tombak Kyai Korowelang 4;
7. Tombak Biring Kamulan 1;
8. Tombak Biring Kamulan 2;
9. Pataka Parasamya Praja Nugraha;
10. Pataka Jwalita Praja Karana;
11. Songsong Tunggul Naga;
12. Songsong Tunggul Praja;
13. Pataka Prasasti Kamulan; dan
14. Ageman & Pusaka Bupati. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved