Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Dukung Petani Kendeng, Mahasiswa UB: Kami Ini Makan Nasi Bukan Makan Semen

Ini wujud kemirisan dan solidaritas mahasiswa terhadap pemerintah yang tidak tegas mengenai pendirian dan pengoperasian pabrik semen di Kendeng.

Editor: Mujib Anwar
SURYA/NENENG USWATUN HASANAH
Aksi orasi dan penggalangan dana mahasiswa UB peduli petani Kendeng di bundaran kampus Universitas Brawijaya, Senin (27/3/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah aksi penggalangan dana di Car Free Day, kali ini mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melanjutkan untuk menyuarakan dukungan dan kepedulian mereka terhadap perjuangan petani Kendeng, Senin (27/3/2017).

Aksi dukungan dan kepedulian serta penggalangan dana itu mereka lakukan di bundaran kampus UB dan diikuti oleh puluhan mahasiswa yang tervabing dalam EM UB dan BEM fakultas.

Diawali dengan menyanyikan lagu Darah Juang, aksi tersebut dilanjutkan dengan orasi perwakilan BEM fakultas.

Koordinator aksi, Muhammad Wafiq menyatakan aksi digelar sebagai wujud kemirisan dan solidaritas mahasiswa terhadap pemerintah yang tidak tegas mengenai pendirian dan pengoperasian pabrik semen di wilayah Kendeng.

"Kami selaku mahasiswa siap untuk mendukung petani Kendeng. Aksi ini juga merupakan wujud solidaritas dan dukungan moril terhadap perjuangan petani Kendeng dalam menentang pembangunan pabrik semen," tegasnya.

Menurutnya, mahasiswa masih bersama dengan rakyat dan ikut merasakan penderitaan petani Kendeng.

Penggalangan dana yang dilakukan sebelumnya sudah menghasilkan sejumlah Rp 1 juta dan akan disalurkan pada Petani Kendeng lewat Asosiasi Malang Peduli Kendeng.

Aksi dilanjutkan dengan penggalangan dana yang menyebar di empat titik di kampus UB sesuai arah mata angin.

"Tidak hanya itu, penggalangan dana juga dikoordinir oleh tiap-tiap fakultas kemudian dikumpulkan ke EM UB. Kami tunggu sampai hari Jumat," jelasnya.

Pada aksi tersebut, mahasiswa UB mendeklarasikan kesepakatan untuk bersedia berjuang untuk petani Kendeng.

"Kami ini makan nasi bukan makan semen, butuh adanya petani untuk keberlangsungan hidup. Petani Kendeng juga membutuhkan mata pencaharian mereka untuk tetap hidup," kata mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian UB itu. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved