TribunJatim/

Lucu, Menawar Denda, Sopir Pikap Malah Ditawari Kurungan Dua Hari

Wahyu tercengang, ketika hakim sidang ditempat menjatuhi denda Rp 500.000. Sopir mobil pikap ini mencoba menawar agar bisa membayar lebih murah.

Lucu, Menawar Denda, Sopir Pikap Malah Ditawari Kurungan Dua Hari
Surya/David Yohanes
Seorang pengendara pikap membayar denda setelah kedapatan buku kir kendaraannya mati, dalam Operasi Patuh 2017 yang digelar Polres Trenggalek. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Wahyu tercengang, ketika hakim sidang ditempat menjatuhi denda Rp 500.000. Sopir mobil pikap ini mencoba menawar agar bisa membayar lebih murah.

Hakim beralasan, Wahyu sudah dua kali melakukan pelanggaran, buku kir mendaraannnya mati. Namun bukannya mendapat keringanan, Wahyu malah mendapat ancaman penjara selama dua hari.

“Kalau tak mau bayar, ganti kurungan badan dua hari. Bagaimana?” ucap hakim.

Mendapat jawaban tersebut, Wahyu malah cengar-cengir. Masih duduk di depan hakim, Wahyu sempat meminta pendapat temannya yang menungguinya sidang.

“Kalau dipenjara dua hari, siapa yang akan bekerja?” ucapnya.

Akhirnya Wahyu sepakat untuk membayar Rp 500.000 dan segera menerima surat-surat kendaraannya.
Wahyu hanya satu dari puluhan sopir mobil dan pengendara motor yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2017, yang digelar Polres Trenggalek dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kamis (18/5/2017) di Jalan Raya Durenan-Tulungagung.

Baca: Tiga Perampok Nasabah Bank Asal Palembang Ditembak Polisi, Ini Kronologinya

Pengendara pikap pembawa ayam potong, Kemi juga mengalami nasib serupa. Karena buku kir yang mati, Kemi harus membayar Rp 400.000.

“Mau sidang di tempat atau sidang di PN (Pengadilan Negeri) bayarnya sama saja. Sama mahalnya, aduh pusing saya,” ucapnya Kemi berlalu menuju kendaraannya.

Sementara seorang pemotor, sebut saja Agus (31) mengaku kesal karena sekarang begitu sulit mendatkan SIM. Padahal kesadaran masyarakat untuk mendapatkan SIM juga semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pemohon.

“Susahnya minta ampun, saya hanya diberi surat keterangan bahwa sedang mengurus SIM C. Suruh mengulang minggu depan,” ucap Agus kesal. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help