ISPA Ancam Balita dan Lansia Jelang Musim Hujan, Dinkes Kediri Gencarkan Pencegahan Lewat PHBS
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi naiknya kasus ISPA
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi naiknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Langkah utama yang digencarkan adalah edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat menjelang datangnya musim penghujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2024 tercatat 132.954 kasus ISPA.
Sementara hingga September 2025, jumlahnya sudah mencapai 70.345 kasus.
"Secara total memang lebih rendah dari tahun lalu, meski tahun ini belum selesai. Namun dalam dua bulan terakhir, kasusnya mengalami peningkatan sehingga tetap perlu diwaspadai," kata Bambang, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: Musim Pancaroba, Puskesmas Kepanjeng Malang Terima Banyak Pasien Sakit ISPA
Menurut Bambang, perubahan cuaca menjadi faktor besar penyebab kenaikan kasus.
Memasuki musim penghujan, kondisi imunitas masyarakat cenderung menurun, sementara kelembapan udara justru memicu berkembangnya virus maupun bakteri yang menyerang saluran pernapasan.
"Kondisi inilah yang berpotensi meningkatkan kasus ISPA, terutama pada balita dan lansia," jelasnya.
Baca juga: Waspada Lonjakan ISPA Pasca Haji dan Musim Liburan, ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru RS Premier
Meski tidak sampai menyebabkan kematian di Kabupaten Kediri, dampak ISPA tetap dirasakan cukup serius.
Bambang menegaskan penyakit ini mampu mengganggu rutinitas harian, baik bagi anak sekolah maupun para pekerja.
"ISPA bisa mengganggu aktivitas, baik anak sekolah maupun pekerja. Secara tidak langsung tentu menurunkan produktivitas," ungkapnya.
Untuk menekan risiko itu, Dinas Kesehatan mengintensifkan edukasi PHBS lewat jaringan puskesmas di seluruh kecamatan.
Edukasi tersebut meliputi kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan masyarakat, mulai dari mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghindari paparan asap rokok.
"Upaya kami fokus pada pencegahan, karena dari saluran pernapasan inilah kualitas oksigen tubuh ditentukan. Kalau dijaga dengan baik, risiko ISPA bisa ditekan," ucapnya.
musim penghujan
kasus ISPA
jatim.tribunnews.com
berita Kediri
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
| Industri Tembakau Sambut Positif Sinyal Tak Ada Kenaikan Pajak Tahun Ini |
|
|---|
| Sampah Medis Ditemukan di Irigasi Kota Malang, Dinkes dan DLH Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Arema FC Lolos Lisensi Klub 2026, Manajemen Siap Benahi Aspek Kepelatihan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Polisi di Lamongan Patroli Kandang Ternak Antisipasi Pencurian |
|
|---|
| Pacitan Dapat 2.737 Bantuan Rumah Layak Huni Tahun 2026, Pemerintah Minta Tepat Sasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dinas-Kesehatan-Dinkes-Kabupaten-Kediri-menggelar-aksi-bersih-bersih-di-kawasan-wisata.jpg)